Pembangunan Dua Jalan Alternatif Medan Berastagi Masuk Program APBN 2020 – 2024

86
Bupati Karo Terkelin Berahmana SH, Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Provsu, Boy Berahmanta Sembiring saat berbincanng-bincang. (Foto. ASARPUA.cm/ ist)

ASARPUA.com – Tanah Karo -Perjuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo nampaknya akan membuahkan hasil. Setelah beberapa kali menyurati pihak Kementrian PUPR bahkan mendatangi komisi V DPR RI di Jakarta, untuk melobi agar jalan alternatif Medan Berastagi dapat dibuka, mengingat jalan Medan Berastagi selalu terjadi kemacatan.

Apalagi disaat hari besar dan hari tertentu Sabtu – Minggu, sudah pasti lonjakan volume kendaraan sangat fantastis jumlahnya. Bahkam dapat dikatakan mengimbangi rute puncak menuju Bogor padatnya. Selain itu jalan ini putus total jika terjadi longsor di beberapa titik. Hal ini sering terjadi akibat bencana alam mengakibatkan kemacetan yang panjang.

“Semisal jalan di atas Sembahe, dekat Tirtanadi dan lokasi di Bandar baru hingga Penatapan Kabupaten Karo. Ini masuk kategori rawan bencana longsor. Daerah ini sudah dianggap momok bagi pengguna jalan Medan-Berastagi,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Karo Ir Nasib Sianturi saat diskusi bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Boy Brahmawanta, Kamis (13/06/2019) pukul 15.00 WIB di Ruang Staf Kantor Bupati Karo.

Terungkap dalam diskusi tersebut, Pemkab Karo sudah berupaya semaksimal mungkin, sehingga pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi sudah finalnya diajukan melalui E-Planning ke Desk Musrembang APBN 2020-2024.

“Pengajuan kita sudah ditampung di APBN Pusat.E – Planning bulan Pebruari 2019 sudah kita “entry” dan inilah penentu akhir. Apapun kata orang bukti nyata sudah ada terdaftar dalam Desk Musrenbang 2020-2024,” katanya.

“Kendati demikian, tidak salah bagi pamangku kepentingan yang lainnya, maupun pihak yang lain dapat mengawal usulan kita yang sudah diambang nyata tersebut. Kiranya bersama sama menggiring dan mengawal agar tidak terlepas lagi,” jarap Sianturi.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana SH membenarkan pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi sudah masuk ranah Desk Musrenbang 2020 – 2024, yang dilaksanakan bulan mei 2019 lalu di Jakarta.

“Sesuai data APABN tahun anggran 2020-2024, program kita yang masuk ada dua titik. Pertama titik akses pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi (Tirtanadi) sepanjang 693 meter. Titik kedua akses pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi (Penatapan 2) sepanjang 2921 Meter,” sebut Terkelin.

Dalam kesempatan yang sama IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Provsu, Boy Brahmawanta Sembiring mendukung langkah Pemkab Karo tersebut. Ia juga menyampaikan pesan bahwa bapak Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya juga sudah menginformasikan kepada pak Menteri PUPR di pusat terkait jalan Tol Medan Berastagi.

“Iya, kemaren kalau tidak silap pak Gubsu sudah membuat surat dukungan rekomendasi untuk pembangunan jalan alternatif Medan Berastagi kepihak pusat,” tambahnya

Hal senada juga diutarakan Firdaus Perangin -angin tokoh masyarakat Peduli Karo yang berdomisili di Medan. ” Dengan banyaknya dorongan dan campur tangan,baik pemangku kepentingan lainnya , stakeholder, dan pengusaha menggedor dan menggiring usulan Pemkab Karo ini yang digagas. Seingat saya ICK (Ikatan Cendikiawan Karo) juga sangat mendukung,maka diyakini pasti terwujud,” ucapnya.

“Usulan ini patut kita apreisasi kinerja bupati Karo khususnya dan pihak -pihak yang lain sudah menyumbangkan pikiran, tenaga bahkan waktu, sehingga tadi saya dengar, rencana pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi ternyata sudah masuk program APBN 2020 – 2024,” ungkapnya.

“Untuk itu, mari kita bergandengan tangan, satukan tekad agar apa harapan masyarakat Kab. Karo dan kota Medan sekitarnya menjadi impian bagi kita semua terwujud. Dan tidak kenal situasi jalan macat,macat, dan lagi macat,tambah pikiran galau saat barang dagangan tiba di medan tidak laku, dampak macat,bagi pengusaha,” imbuhnya.(as-joh)