asarpua.com

Rico Waas Lantik Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ ke-59

Rico Waas didampingi Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap dan Sekda Wiriya Alrahman.Para Dewan Pengawas dan Dewan hakim yang dilantik ini akan bertugas melakukan pengawasan dan penilaian dalam berbagai lomba di ajang MTQ Ke- 59 tingkat Kota Medan. (Foto. Asarpua.com/dikdan)

ASARPUA.com – Medan – Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke- 59 tingkat Kota Medan yang digelar pada 11- 18 April 2026, Walikota Medan Rico Waas melantik Dewan Pengawas dan Dewan Hakim di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan, Jalan Rotan, Medan Petisah, Jumat (10/04/2026).

Pelantikan Dewan Pengawas dan Dewan Hakim ini dilakukan Rico Waas didampingi Wakil Walikota Medan H. Zakiyuddin Harahap dan Sekda Wiriya Alrahman.Para Dewan Pengawas dan Dewan hakim yang dilantik ini akan bertugas melakukan pengawasan dan penilaian dalam berbagai lomba di ajang MTQ Ke- 59 tingkat Kota Medan.

Dalam sambutannya Walikota Medan Rico Waas menekankan pentingnya profesionalisme dan rasa keadilan dalam penilaian yang dilakukan dewan hakim untuk melahirkan qori-qoriah berkualitas.

Menurut Rico Waas peran Dewan Hakim sangat krusial karena menyangkut masa depan generasi pencinta Al-Qur’an di Kota Medan. Dirinya menyadari bahwa tugas tersebut tidaklah mudah karena membutuhkan ketelitian tingkat tinggi, terutama dalam menilai aspek hukum tajwid hingga makharijul huruf yang sangat detail.

“Menjadi Dewan Hakim bukanlah hal yang mudah. Perlu ketelitian, kepekaan dan komitmen tinggi terhadap keadilan dalam menilai setiap peserta. Oleh karena itu pelantikan ini sangat penting agar proses penilaian berjalan secara profesional dan berkeadilan. Dewan Hakim memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan generasi muda pencinta Al-Qur’an di Kota Medan,” kata Rico Waas.

Selanjutnya Rico Waas juga mengingatkan agar para dewan hakim menghindari segala bentuk kedekatan sosial yang dapat memengaruhi objektivitas penilaian.

“Jangan karena kedekatan sosial, tetapi buatlah penilaian berdasarkan kedekatan kepada Allah SWT. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi melahirkan generasi Qurani yang berkualitas,” Jelas Rico Waas.

Selain aspek penjurian, Rico Waas juga memberikan perhatian khusus pada faktor teknis seperti kualitas sound system. Menurutnya, kualitas suara yang didengar hakim sangat memengaruhi ketepatan penilaian. Ia berharap sinergi antara teknis dan keahlian hakim dapat meminimalisir perdebatan yang tidak perlu.

“Sound system yang baik sangat penting karena berkaitan langsung dengan kejelasan bacaan peserta. Hal kecil seperti ini bisa menimbulkan perbedaan penilaian jika tidak diperhatikan dengan baik,” ungkap Rico Waas. (Asarpua)

Related News

TTA Medan Segera Jadi Terminal Tipe A

Redaksi

Kabupaten Humbahas Berada Dalam Zona Hijau Covid-19 

Redaksi

Kapolres Belawan Rujuk Bocah Penderita Hernia ke RS

Redaksi