asarpua.com

Prof Syawal Gultom Paparkan Mekanisme PPG 2020 di Rakornas Lewat VidCon

ASARPUA.com – Medan – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2020, Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melaksanakan video conference (VidCon) Koordinasi Pelaksanaan PPG Prajabatan 2020 kepada LPTK Penyelenggara PPG untuk menyamakan persepsi dalam penyelenggaraaan PPG Prajabatan tahun 2020, Jumat (29/05/2020).

Dalam pemaparannya, Prof Dr Syawal Gultom MPd selaku Koordinator PPG dan Ketua Senat Unimed mengatakan, diawal pelaksanaan PPG ini perlunya penekanan dalam penyamaan persepsi, seperti standar yang sama mengenai proses penyelenggaraan PPG dan standar kelulusan PPG.

“Harus ada peran serta dan sinergi pemangku kepentingan untuk peningkatan kualitas guru dan pemerintah sebagai tindak pemberdaya sekolah yang telah menerapkan instructional leadership dapat menjadi mentor sekolah lainnya serta lembaga terkait, komunitas dan organisasi pendidikan yang telah berhasil menerapkan model-model pelatihan ini nantinya,” katanya.

Prof Syawal menambahkan PPG tahun ini fokus pada Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Di dalam penyelenggaraan PPG tersebut disiapkan Advance material bahkan disiapkan materi yang berbasis tipe digital content, jadi memang penting.

Bahkan akan banyak diperlukan model-model alternatif penyelenggaraan PPG juga melalui ekspansi penyelenggaraan pendidikan profesi berkelas dunia, masih perlu didiskusikan kurikulum PPG yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang berpusat.

“Pada asumsinya adalah hanya guru yang dilatih dengan active learning dan pembelajaran inovatif dengan dosen sebagai modelnya langsung akan melahirkan guru yang kita harapkan untuk mempersiapkan peserta didik yang unggul dan maju. Jadi penekanannya pada pelaksana di kelas yakni dosen harus merupakan hasil seleksi yang ketat sesuai standar dan harus menjadi model peserta PPG, kita tidak bisa main-main dalam hal ini, karena menjadi aspek penting,” jelasnya.

Prof Syawal juga mengatakan, Prakteknya harus diarahkan pada kemampuan praktek pembelajaran berpusat. Oleh karena itu, implementasi peran guru secara generik harus diperkuat, dengan pendalaman dan penguasaan materi serta penekanan perancangan perangkat pembelajaran oleh guru sehingga akan tercipta inovasi dan inspirasinya serta menumbuhkan daya nalar siswa untuk mendalami materi pembelajaran. Guru yang profesional harus menjadi pusat inovasi bagi sisanya, ” ungkapnya.

Prof. Syawal menambahkan, perancangan pembelajaran PPG PGSD perlu memperhatikan instrument pembelajarannya. RPP berfokus pada karakteristik pembelajaran berbasis HOTS (High Order Thinking Skills), dan memahami karakteristik sosiokultural pada siswa.

Seorang guru SD yang baik adalah yang mampu mengintegrasikan dan menginterpretasikan sumber belajar (Matematika, PPKN, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS) secara komprehensif dan secara terpadu itulah idealnya guru SD. Hanya Guru agama dan guru olahraga yang tersendiri di SD, tapi guru kelasnya harus betul-betul tangguh untuk mengintegrasikannya dengan menguasai satu teknik yang berkaitan dengan materi itu melalui pendekatan HOTS.

“Sesederhana apapun konten itu bisa diterjemahkan ke dalam High order thinking, apapun bisa dibuat menjadi proses high order, bisa diterjemahkan menjadi penilaian atau evaluasi high order, bahkan bisa diterjemahkan secara konfrehensif dan menarik,” sebutnya. (@asarpua)

Penulis: Serasi Sembiring

Related News

Komisi III DPRD Medan Desak Dinas Perdagangan Tingkatkan PAD

Redaksi

Medan Johor Dinobatkan Sebagai Kecamatan Terbaik I Tingkat Provsu 2023

Redaksi

Perpustakaan BI Sumut Bedah Buku Espresso

Redaksi