asarpua.com

Bupati Karo Hadiri Kerja Tahun Merdang Merdem Kuta Medan 2025 dan Puluncuran Buku Bangsa Karo dari Masa ke Masa

Bupati Karo Antonius Ginting dan Wakil Bupati Komando Tarigan, Barata Brahmana dan Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan hadiri Kerja Tahun Merdang Merdem Kuta Medan 2025 dan Puluncuran Buku Bangsa Karo dari Masa ke Masa. (Foto. Asarpua.com/dikkar)

ASARPUA.com – Medan – Bupati Karo, Antonius Ginting dan Wakil Bupati, Komando Tarigan, SP menghadiri Pesta Budaya ‘Kerja Tahun Merdang Merdem Kuta Medan’ Tahun 2025 yang berlangsung sangat meriah di Grand Ballroom JW Marriott Hotel Jalan Putri Hijau Medan, Sabtu (06/09/2025).

Kerja tahun merupakan perayaan tradisi adat dan budaya Suku Karo yang dilaksanakan rutin setiap tahun di Kota ‘Kuta’ Medan.

Sekaligus jadi momentum peluncuran serta bedah buku “Bangsa Karo dari Masa ke Masa dalam Dokumentasi Lukisan dan Foto” karya Roy Fachraby Ginting dan Dr. Bakhrul Khair Amal.

Pada sambutannya Bupati Karo sangat mengapresiasi karena buku ini hadir dengan makna yang mendalam, merekam perjalanan panjang masyarakat karo dari masa ke masa bukan, hanya dari sisi sejarah, tetapi juga menampilkan kekayaan adat, nilai budaya, dan dinamika sosial yang menyertainya.

“Melalui dokumentasi berupa lukisan dan foto, kita diajak untuk merenungi kembali bahwa identitas Karo adalah sebuah narasi yang terus berproses, tetap teguh menjaga nilai-nilai luhur leluhur sembari terbuka pada perubahan zaman,” jelas Antonius Ginting.

Lebih lanjur Bupati Karo memberikan analogi menarik antara tubuh manusia dan sistem pemerintahan.

Ia menyebut ada sistem yang bekerja otomatis seperti jantung, namun ada pula yang membutuhkan kesadaran penuh seperti otak.

Menurutnya, pemerintahan juga membutuhkan keseimbangan tersebut.

“Kerja tahun merupakan perayaan tradisi adat dan budaya Suku Karo yang dilaksanakan rutin setiap tahun di Kota ‘Kuta’ Medan menjadi sebuah kebanggaan bagi Suku Karo.

Dan peluncuran serta bedah buku “Bangsa Karo dari Masa ke Masa dalam Dokumentasi Lukisan dan Foto” karya Roy Fachraby Ginting, SH, MKn dan Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si menambah literasi kita dan generasi penerus untuk mempertahankan identitasnya sebagai Suku Karo,” jelas Bupati.

Momentum penting dan bersejarah ini, sambung Bupati Karo, penting bagi kita untuk mempererat persaudaraan serta menjaga tradisi leluhur kita agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman, ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga serta mengembangkan tradisi yang ada.

Ia berharap generasi muda semakin aktif berpartisipasi dalam kegiatan budaya agar nilai-nilai adat tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya, sesuai dengan salah satu Visi Bupati dan Wakil Bupati Karo, yakni ‘Mewujudkan Karo Berbudaya’.

“Pesta Budaya ‘Kerja Tahun Merdang Merdem Kuta Medan’ Tahun 2025 dalam masyarakat Suku Karo, adalah simbol kedaulatan pangan, jati diri, ucapan syukur dan penghargaan kepada alam dan penciptanya,” pungkas Bupati.

Dalam pidatonya, Brata Brahmana menekankan pentingnya mendokumentasikan sejarah agar generasi mendatang tidak kehilangan jejak.

Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa banyak foto dan arsip bersejarah yang tersebar tanpa pengelolaan, sehingga berpotensi hilang.

“Sejarah bangsa sering ditulis oleh pihak luar. Karena itu kita harus mengambil alih penulisan sejarah kita sendiri agar narasi autentik tidak hilang,” ujarnya.

Ia mencontohkan peran tokoh Rakutta Sembiring Brahmana, tokoh yang pernah menjabat sebagai Bupati Karo, Bupati Asahan, Walikota Tanjungbalai, Walikota Pematangsiantar, hingga anggota Konstituante RI.

Sayangnya, nama besar tersebut kini jarang diingat. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” tegas Barata.

Sementara itu, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan menilai peluncuran buku ‘Bangsa Karo dari Masa ke Masa dalam Dokumentasi Lukisan dan Foto’ memiliki arti penting bagi masyarakat.

Buku tersebut tidak hanya mendokumentasikan perjalanan panjang bangsa Karo, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi dan pengingat bagi generasi muda.

Buku ini monumental karena berhasil merekam sejarah, adat, seni, dan transformasi masyarakat Karo dari era kerajaan, kolonialisme, kemerdekaan hingga masa kini.

Lebih dari itu, buku ini mengajarkan kita agar tidak melupakan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Ia pun mengapresiasi dedikasi kedua penulis serta dukungan para tokoh masyarakat.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh masyarakat membaca, memiliki, dan mewariskan buku tersebut kepada generasi mendatang sebagai bentuk tanggung jawab budaya.

Acara Kerja Tahun Merdang Merdem Kuta Medan 2025 ini bukan hanya menjadi perayaan adat, tetapi juga momentum kebangkitan kesadaran kolektif untuk menjaga sejarah dan memperkuat identitas bangsa Karo di tengah masyarakat modern yang majemuk.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, pengusaha nasional dan tokoh masyarakat Karo serta salah satu pendiri Yayasan Karo Foundation, Barata Sembiring Brahmana, Pemrakarsa Kerja Tahun Merdang Merdem Kuta Medan, HN Serta Ginting dan tokoh-tokoh masyarakat Karo di Sumatera Utara.

Juga hadir, anggota DPD RI Badikenita Putri Br Sitepu, Prof. Dr. Syawal Gultom (Rektor Unimed 2015–2019), Prof. Ir. Hj. Nurlisa Ginting (Guru Besar Arsitektur USU), Dr. Simson Ginting (Akademisi Ilmu Politik USU), Walikota Medan yang diwakili Kadis Ketapang, Gelora Ginting, serta mantan Hakim Agung Prof. Rehngena Purba, SH, MS.
(asarpua)

Penulis: Serasi Sembiring

Related News

Pelayanan Publik Makin Profesional, Pemprovsu Raih Opini Tertinggi Ombudsman

Redaksi

Target Pendistribusian Logistik Pemilu 2019 Rampung 15 April

Redaksi

Kemenkomdigi: Pasca Banjir dan Longsor, Pemulihan Akses Telekomunikasi di Sumut 90%

Redaksi