asarpua.com

OJK Bersama BI Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

OJK bersama Bank Indonesia berkomitmen perkuat ekosistem keuangan digital yang inovatif, inklusif, aman, dan berintegritas. (Foto. Asarpua.com/Handover)

ASARPUA.com – Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia berkomitmen perkuat ekosistem keuangan digital yang inovatif, inklusif, aman, dan berintegritas.
“Komitmen itu kita tegaskan seiring tingginya adopsi teknologi dan layanan keuangan digital oleh masyarakat,” ungkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio Bank Indonesia, Juda Agung dalam siaran persnya , Senin (10/11/2025).

Menurut Juda pada kegiatan OJK Mengajar dengan tema “Inovasi Digital di Sektor Keuangan Indonesia: Mendorong Inovasi dan Mitigasi Risiko” di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jumat (07/11/2025), Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan digitalisasi tercepat di dunia.

Disebutkannya, pemanfaatan teknologi dalam layanan keuangan telah meningkatkan efisiensi, memperluas inklusi keuangan, dan mendorong inovasi produk serta layanan keuangan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Seiring dengan itu Juda menegaskan perlunya kewaspadaan karena pesatnya digitalisasi juga diikuti meningkatnya risiko kejahatan siber, penipuan digital (fraud), phising, serta ancaman serangan siber yangancaman serangan siber yang kompleks dan terkoordinasi.

OJK dan Bank Indonesia terus memperkuat mitigasi risiko dan pelindungan konsumen melalui penguatan standar keamanan sistem, pengaturan, dan pengawasan.
Termasuk juga perlindungan melalui pengembangan pemanfaatan artificial intelligence dan machine learning untuk meningkatkan deteksi dan pencegahan kejahatan keuangan digital.

Salah satu bentuk penguatan koordinasi OJK dan Bank Indonesia dilakukan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang menjadi pusat kolaborasi nasional antara regulator dan pelaku industri jasa keuangan.
IASC melibatkan perbankan, penyedia uang elektronik, dan e-commerce dalam percepatan penanganan penipuan digital serta pemblokiran dana agar lebih efektif dan terintegrasi.

Selain itu, Juda juga menekankan pentingnya sinergi antarotoritas dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah peningkatan risiko digital. (Asarpua)

Penulis : Serasi Sembiring

Related News

Pj Sekda Kota Medan Topan Ginting Jamu Makan Siang Pelajar Dari Gwangju

Redaksi

Hampir Tiap Hari Listrik Padam di Nisel, Kinerja PLN Area Nias Dipertanyakan

Redaksi

Plt. Walikota Lepas Peserta Fun Bike HUT Bank Sumut

Redaksi