asarpua.com

Bulungan Gerakkan Bahasa Isyarat untuk Semua, Putus Rantai Ketidaksetaraan Komunikasi

“Gerakan membangun Bulungan berbahasa isyarat adalah bagian dari upaya memastikan tidak ada diskriminasi terhadap penyelenggaraan pendidikan. Semua anak yang memiliki kebutuhan khusus harus mendapat kesempatan yang sama,” tambah Bupati Syarwani.

Ketua Yayasan Faqih Hasan Centre, Hasanuddin, menyatakan bahwa kesenjangan komunikasi selama ini membatasi akses ABK terhadap pendidikan dan layanan publik di Bulungan. “Kami membangun gerakan sosial yang memutus mata rantai ketidaksetaraan komunikasi dengan menjadikan bahasa isyarat sebagai keterampilan komunitas,” tegas Hasanuddin.

Program ini menargetkan peningkatan kapasitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dalam penguasaan bahasa isyarat dasar melalui pelatihan terstruktur. GERBANG BISA juga secara aktif melibatkan organisasi pemuda, instansi pelayanan publik, dan pelaku usaha dalam ekosistem inklusif.

Rangkaian aksi segera dimulai dengan kampanye publik masif melalui berbagai kanal media, pelatihan bahasa isyarat intensif, penyusunan modul dan video pembelajaran, serta pendampingan sekolah-sekolah percontohan. Kecamatan Tanjung Palas Utara menjadi wilayah percontohan sebelum program diperluas ke seluruh kabupaten.

Para tutor dari YFHC akan langsung turun ke sekolah dan komunitas untuk memandu proses pembelajaran, dengan Disdikbud Bulungan sebagai penanggung jawab program.

Related News

Dampingi Mendagri Buka Rakornas BPSDM, Pj Gubsu Fatoni Ungkap Kompetensi yang Wajib Dimiliki Aparatur Pemerintah

Plt Bupati Labuhanbatu Cek Pelayanan KB Gratis di Puskesmas Janji

DPMPTSP Kota Medan Buat Inovasi Layanan

Redaksi