ASARPUA.com – Medan – Transportasi publik adalah sistem angkutan penumpang yang tersedia untuk digunakan oleh masyarakat umum. Sistem ini beroperasi pada rute, jadwal, dan tarif yang sudah ditetapkan. Tujuannya adalah untuk mengangkut banyak orang secara efisien, mengurangi kemacetan, polusi, dan biaya perjalanan individu.
Prof Dr Ing Johannes Tarigan berikut menguraikan beberapa jenis transportasi publik yang umum:
1. Angkutan Darat
Bus:
Salah satu bentuk transportasi publik yang paling umum. Mulai dari bus kota, bus antar kota, hingga bus cepat seperti TransJakarta di Jakarta.
Kereta Api:
Sistem rel yang sangat efisien untuk jarak menengah hingga jauh. Di Indonesia, ada KRL Commuter Line untuk perjalanan harian dan Kereta Api Jarak Jauh untuk antar kota.
MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit): Sistem kereta perkotaan yang beroperasi di jalur khusus (biasanya layang atau bawah tanah) untuk mengangkut penumpang dalam jumlah sangat besar dengan cepat. Contohnya adalah MRT Jakarta dan LRT Jakarta.
Tram:
Kereta yang beroperasi di jalur rel di jalanan kota, sering kali terintegrasi dengan lalu lintas.
Angkutan Kota (Angkot): Kendaraan kecil seperti minibus yang melayani rute-rute pendek di dalam kota atau pedesaan.
2. Angkutan Air
Kapal Feri:
Mengangkut penumpang dan kendaraan melintasi perairan seperti danau, sungai, atau laut. Contohnya adalah feri yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia.
Perahu atau Kapal Penumpang: Digunakan untuk rute-rute yang lebih kecil atau di perairan pedalaman.
3. Angkutan Udara
Pesawat Komersial:
Walaupun sering dianggap terpisah, penerbangan domestik dan internasional adalah bentuk transportasi publik untuk jarak sangat jauh.
Manfaat Transportasi Publik
Mengurangi Kemacetan: Mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan, membuat lalu lintas lebih lancar.
Ramah Lingkungan:
Mengurangi emisi gas buang dan polusi udara per individu, karena satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan hingga ratusan orang.
Hemat Biaya: Lebih murah bagi individu daripada memiliki dan mengoperasikan kendaraan pribadi (biaya bensin, parkir, perawatan, dan lain lain).
Meningkatkan Mobilitas: Memberikan kesempatan bagi semua orang, termasuk yang tidak memiliki kendaraan pribadi, untuk bepergian.
Mendorong Pembangunan Kota: Sistem transportasi yang baik dapat membentuk dan mengarahkan perkembangan kota, membuat area-area tertentu lebih mudah diakses.
Pemerintah di banyak negara, termasuk Indonesia, terus berinvestasi dalam pengembangan transportasi publik untuk menciptakan kota yang lebih berkelanjutan dan layak huni. (Asarpua)

