asarpua.com

Tugu Guru Patimpus Sembiring Pelawi, Melawan Lupa

ASARPUA.COM – Medan – Melawan lupa menjelang Hari Jadi Kota Medan yang jatuh pada 1 Juli kami dari Komunitas Penulis Kota Medan (KPM) dipimpin Ketua Tania Depari melakukan ‘napak tilas’ di Tugu Guru Patimpus dan menulis sekilas untuk mengenang Guru Patimpus Sembiring Pelawi Pendiri Kota Medan.

Saat ini penanda hadirnya “Sang Founding Father’ Kuta Madan  (Kota Medan) itu hanya ada sebuah monumen Guru Patimpus atau biasa disebut Tugu Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Tugu ini berada di Jalan Guru Patimpus Medan. Sejak berdiri tugu ini menjadi lokasi kunjungan wajib para komunitas dan tempat rekreasi alternatif keluarga disaat libur.

Di sisi kiri kanan tugu ada ruang terbuka gersang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk duduk sembari menikmati gemericik air mancur (itupun kalau air mancurnya hidup) meluncur dan kembali jatuh. Banyak yang bisa dilakukan di sini apalagi siang hingga malam hari diseputar tugu banyak kuliner mengundang selera.

Tugu ini menyimpan sejarah panjang tentang awal berdirinya Kuta Madan (berasal dari bahasa Karo). Kuta artinya kampung dan Madan dapat diartikan secara luas adalah sehat, sembuh, nyaman, aman dan damai. Lalu karena perubahan artikulasi “Kuta Madan” diucapkan menjadi Kota Medan. Sejarah mencatat Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai Pendiri Kuta Madan yang kita kenal sebagai Kota Medan saat ini.

Guru Patimpus Sembiring Pelawi menurut riwayatnya, bertubuh kekar, tinggi, gagah penuh wibawa seperti seorang panglima. Berjiwa kestria penuh rasa kemanusiaan, lemah lembut dalam bertutur kata seperti umumnya orang Karo, mempunyai karakter simpatik, dan pemberani. Ia juga seorang “Guru” – bahasa Karo (simbelin =orang yang disegani berwibawa, tabib, memiliki keahlian dan kesaktian mandra guna).

Guru Patimpus Sembiring Pelawi putra Karo yang sakti, menuruni lembah-lembah yang penuh mistis, hutan semak belukar dan binatang buas. Dengan keberaniannya ia mendaki lembah-lembah yang terjal dan curam, dengan menelusuri aliran Lau Petani (Sungai Petani) menuju ke Satu Bandar di Hilir Sungai Deli untuk suatu tujuan yaitu mencoba sekaligus mengamalkan ilmu kesaktiannya mengobati orang sakit dan belajar pada Datuk Kota Bangun seorang guru dan ulama besar yang terkenal pada masa itu.

Setelah beberapa lama Guru Patimpus kawin (menikah) dengan Beru Tarigan seorang putri Panglima Deli Pulu Beren (Pulau Berayan) merga Tarigan. Selanjutnya sekitar tahun 1590, Guru Patimpus membuka dan mendirikan kampung dipertemuan dua buah Sungai Deli dan Babura yang dinamainya dengan Kuta Madan. Dari perkawinannya inilah lahir silsilah keturunan Urung Sepuluh Dua Kuta (Datuk Hamparan Perak) dan Datuk Sukapiring. Sejak ia mendirikan Kuta Madan Guru Patimpus telah menjadi milik masyarakat luas Kota Medan.

Pemerintah Kota Medan kemudian menganugerahkan penghargaan kepada Guru Patimpus Sembiring Pelawi atas jasanya mendirikan Kota Medan (Kuta Madan). Pemko Medan sekaligus menetapkan Hari Jadi Kota Medan pada tanggal 1 Juli 1590 dan kemudian memberikan nama jalan di Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Petisah Medan dengan nama Jalan Guru Patimpus yang panjangnya sekitar seratusan meter tempat di mana Tugu Guru Patimpus Sembiring Pelawi berdiri. Tugu ini diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara Marah Halim pada tanggal 20 Agustus 1975 dan peletakan batu pertama oleh Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Medan M. Saleh Arifin. Sesuai prasasdti yang tertulis di tugu Guru Patimpus.

Penetapan tentang Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai pendiri Kota Medan dilakukan melalui Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Kotamadya Medan No. 342 tanggal 25 Mei 1971 yang waktu itu dijabat oleh Drs. Sjoerkani dibentuklah Panitia Peneliti Hari Jadi Kota Medan. Duduk sebagai Ketua Prof. Mahadi, SH, Sekretaris Syahruddin Siwan, MA, Anggotanya antara lain Ny. Mariam Darus, SH dan T.Luckman, SH.

Selanjutnya untuk lebih mengintensifkan kegiatan kepanitiaan ini dikeluarkan lagi Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Kotamadya Medan No. 618 tanggal 28 Oktober 1971 tentang Pembentukan Panitia Penyusun Sejarah Kota Medan dengan Ketuanya Prof. Mahadi, SH, Sekretaris Syahruddin Siwan, MA dan Anggotanya H. Mohammad Said, Dada Meuraxa, Letkol. Nas Sebayang, Nasir Tim Sutannaga, M. Solly Lubis, SH, Drs. Payung Bangun, MA dan R. Muslim Akbar. DPRD Medan mendukung kepanitiaan ini sehingga merekapun membentuk Pansus yang diketuai M. A. Harahap, dengan anggota Drs. M. Hasan Ginting, Ny. Djanius Djamin, SH, Badar Kamil, BA dan Mas Sutarjo.

Pansus Hari Jadi Kota Medan yang diketuai oleh M. A. Harahap bulan Maret 1975 secara resmi DPRD Tk. II Medan menetapkan tanggal 1 Juli 1590 sebagai Hari Jadi Kota Medan. Dalam sejarahnya Kota Medan pernah memiliki seorang putra Karo menjadi Pejabat Walikota yaitu Drs. H. Randiman Tarigan, M.AP yang dilantik atas nama Menteri Dalam Negeri, pada 05 Oktober tahun 2015.

Beberapa tahun ini masyarakat Karo rutin menggelar Pesta Kerja Tahun Merdang Merdem,salah satu acara seni budaya Karo setiap 1 Juli tepat pada peringatan Hari Jadi Kota Medan sekaligus mengenang napak tilas dan kebesaran “Sang Guru” yaitu Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang dipusatkan di Tugu Guru Patimpus Sembiring Pelawi Jalan.Guru Patimpus Medan. Mengenang dalam hening jejak langkah dalam sebuah perjalanan pada kenyataannya terkadang tak lebih bermakna dari titik akhir pencapaian.

Antusias warga Kota Medan mengunjungi tugu ini terlihat sore hingga malam dan disaat libur. Sangat mudah untuk mengakses Tugu Guru Patimpus karena berada dilintasan lalu lalang angkot (angkutan kota). Banyak wisatawan yang singgah ke sini dan mengabadikan foto di Tugu Guru Patimpus. Tidak jauh dari Tugu Guru Patimpus Sembiring Pelawi ada Jalan Karo yang terkenal dengan kuliner legenda Acek Botak dan juga Macehat Coffee. (tania depari)

PETUNJUK
TUGU GURU PATIMPUS SEMBIRING PELAWI
Jl. Guru Patimpus Medan
Berada di ujung Jl. S. Parman Medan
Kelurahan Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah
Medan – Sumatera Utara
Hanya 20 meter dari Jalan Karo
Hanya 50 meter dari Soto Sinar Pagi
Berada 300 meter dari Pajak Petisah Medan
Berada sekitar 500 meter dari Kantor Walikota Medan
Sekitar 500 meter dari gedung Pengadilan Negeri Medan
Sekitar 1,5 Km dari Tugu Bank Sumut dan Kantor Pos Medan

Related News

Antisipasi Ketahanan Pangan Akibat Corona, Forkopimda Nisel Gelar Rakor Pemanfaatan Lahan Kosong 

Redaksi

Pangdam V/Brawijaya Lakukan Kunjungan Kerja di Markas Pasukan Sriti

Redaksi

Pemprovsu dan USAID-Jalin Tanda Tangani MoU

Redaksi