ASARPUA. com – Medan – Burung Manyar atau juga Burung Tempua/Pua atau apapun penamaannya di daerah kalian masing-masing, yang jelas mereka piawai menganyam sarang, orang Karo bilang Asarpua. Dari situlah awalnya penamaan Web Site/portal ASARPUA.com. Kini, burung seniman itu agaknya sudah menuju kepunahan. Tapi burung tempua sudah meninggalkan kearifan, jangan sembarangan membuat sarang.
Perlu kewaspadaan yang tinggi karena burung manyar banyak diburu oleh manusia. Untuk itu burung tempua menyiasati perilaku manusia itu dengan menempatkan sarangnya/Asarpua pada suatu tempat yang sulit dan berbahaya untuk dijangkau. Burung tempua biasanya membuat sarang pada pohon-pohon yang tinggi dan di ujung dahan. Tapi adakalanya juga sarang yang mereka buat tidak berada di atas pohon tinggi. Tetapi hati-hati, walaupun tempua bersarang di pohon rendah, bukan berarti tanpa sistem pengamanan maksimal. Pohon dimana burung tempua membangun sarang pasti telah dipenuhi oleh lebah penyengat atau bahkan tebuan, sejenis lebah yang lebih dahsyat daripada lebah penyengat
Burung manyar bolehlah disebut arsitek, seniman, sekaligus juga pandai berpolitik. Sebagai arsitek, burung tempua piawai membuat rancang-bangun, pandai mencari dan memilih material bangunan. Sebagai seniman, burung tempua mengumpulkan material tersebut sehelai demi sehelai dan kemudian sambil bergelantungan di dahan-dahan pohon, mengandalkan satu paruh, menganyam sarangnya sangat indah sehingga sarangnya pun banyak diburu orang untuk dijadikan koleksi atau digunakan sebagai topi.
Burung tempua alias burung manyar juga pandai berpolitik. Sekurang-kurangnya mereka pandai mengamankan sarangnya, membuat sarangnya aman dan nyaman sebagai tempat bertelur dan mengeram. Sebab mereka tahu bahwa ada ma
Selain itu menurut infonya di beberapa daerah bagi yang percaya sarang Burung Manyar ini dipercayai mempunyai khasiat mistik bagi yang mengetahui.
Burung ini sangat terampil dan sabar dalam menenun ranting dan dedaunan menjadi ‘rumah’ yang indah. Seringkali burung ini ‘bekerjasama’ dengan burung camar dalam membuat sarang di cabang pepohonan yang sama. Sarang yang indah juga dijadikan senjata andalan manyar jantan untuk menarik hati manyar betina. Walaupun kadang sarangnya dirusak oleh burung parkit yang singgah, burung ini tetap memperbaiki kembali sarangnya seperti sedia kala. Tempua dapat dikategorikan sebagai spesies burung berjiwa seni tinggi
Sarang Tempua tergantung tinggi di atas pohon walaupun ada yang agak rendah. Jika rendah maka pasti di dekatnya ada sarang ular, lebah atau penyengat. Tempua berlindung pada hewan-hewan tersebut. Kalau Tempua bersarang rendah, pastilah ada yang menjaganya. Orang Melayu mengatakan, “kalau tidak ada berada, takkan mungkin Tempua bersarang rendah.” Hanya karena keberadaan sesuatu hal (penjaga) maka Tempua mau bersarang di dahan rendah.
Masakan Tempua bersarang rendah, membawa maksud setiap sesuatu itu ada makna dan tujuannya yang tersendiri,jika tidak ia tidak berlaku sedemikian. Begitulah tentang Manyar dengan Asarpua (Asarpua)

