Sementara itu, Irsyad Muchtar, jurnalis senior sekaligus penulis 100 Koperasi Besar Indonesia, mengingatkan, koperasi tidak boleh hanya berorientasi sosial, tetapi juga harus kuat secara bisnis. “Koperasi yang kuat lahir dari partisipasi modal anggota, kemandirian, dan solidaritas. Bantuan hibah bukan solusi jangka panjang,” tegasnya.
Sarasehan ini sukses menghadirkan puluhan pengurus koperasi serta tokoh nasional di dunia perkoperasian. Acara juga didukung oleh Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan (KopUKM Perindag) Kota Medan, Benny Iskandar Nasution..
Kepala Bidang Koperasi UKM Kota Medan, Anwar Syarif, mewakili Kadis KopUKM Perindag, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia berharap sarasehan semacam ini bisa rutin dilaksanakan agar koperasi di Medan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital yang terus berkembang.

Sarasehan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga ruang inspirasi. Pesan utamanya jelas: koperasi bisa jadi jalan cepat menuju kesejahteraan, asalkan dikelola dengan profesional, mandiri, dan berorientasi bisnis tanpa melupakan nilai kebersamaan. (Asarpua)
Penulis: Dedy Hu

