ASARPUA.com – Medan – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) R Sabrina berharap program-program Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dapat lebih meningkatkan kesejahteraan petani. Karena hingga saat ini masih banyak petani Sumut kondisi ekonominya belum baik.
Hal ini diungkapkan Sabrina saat membuka acara Sosialisasi Komando Strategis Pertanian (Kostratani) 2019 Provsu, di Hotel Garuda Plaza Hotel Medan, Jalan SM Raja, Medan. Kostratani merupakan proyek jangka panjang dari Kementerian Pertanian, yang sudah dilengkapi sistem artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk membangun pertanian sampai sudut pinggiran.
Menurut Sabrina, rata-rata petani Sumut rendah secara penghasilan, padahal Sumut peringkat ke-5 produksi padi dan peringkat ke-6 produksi jagung di Indonesia. Bukan hanya itu, Sumut juga penghasil sayur-sayuran yang cukup besar, tetapi ini tidak terlalu berpengaruh pada para petaninya.
“Sumut itu peringkat ke-5 penghasil padi di Indonesia, tetapi NTP (Nilai Tukar Petani) kita di bawah 100. Ini rendah. Bukan hanya itu, kita juga penghasil sayuran. Cabai yang produksi besar di Sumut, tetapi harganya sangat mahal, sekitar Rp80 ribu, tetapi dengan harga segitu petani juga tidak makmur. Ini salahnya di mana. Ini perlu menjadi perhatian kita semua,” kata Sabrina, saat memberikan kata sambutan.
Sebagaimana diketahui, pertanian merupakan sektor penggerak ekonomi kebanyakan desa di Sumut, dan Pemprov Sumut saat ini memiliki misi untuk membangun desa menata kota. Ini membuat pertanian menjadi perhatian besar Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah.
Kepala Bidang Program dan Evaluasi Penyuluhan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Riza Fachrizal, selaku ketua panitia menyampaikan, sampai saat ini ada 9 kabupaten/kota yang meliputi 40 kecamatan sudah bergabung dengan Kostratani. (as-01)

