ASARPUA.com – Medan – Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Medan Tahun 2019 di Pendopo Rumah Dinas Walikota Jalan Sudirman, Medan, Kamis (15/08/2019). Paskibraka yang dilantik berjumlah 43 orang merupakan siswa terbaik perwakilan dari sejumlah sekolah di Kota Medan.
Usai pengukuhan, seluruh anggota Paskibraka selanjutnya akan menjalankan tugas mulia yakni mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan di Lapangan Benteng Medan, Sabtu (17/08/2019). Diharapkan, mereka seluruhnya dapat menjalankan tugas mulia tersebut dengan baik dan lancar.
Sekda mengatakan, sungguh suatu kebanggaan menyaksikan generasi muda Kota Medan yang cerdas, berkarakter serta tangguh dan dapat diandalkan dikukuhkan menjadi anggota Paskibraka Kota Medan tahun 2019. Sebab, tegasnya, tidak mudah menjadi anggota Paskibraka karena harus melewati berbagai seleksi serta pengujian yang cukup berat.
Kemudian Sekda mengingatkan, seluruh anggota Paskibraka yang baru dikukuhkan untuk senantiasa mengingat sejarah. Pasalnya, mengibarkan bendera pada masa sekarang tidak susah karena semua dalam keadaan tenang dan damai. Sedangkan pada masa lalu, ungkap Sekda, mengibarkan bendera Merah Putih hingga puncak tiang harus mengorbankan berpuluh ribu nyawa manusia.
“Dengan mengingat sejarah, saya berharap ananda sekalian mampu memaknai posisi ananda sebagai Paskibraka, tumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa dan negara tercinta, seraya menyebarkannya kepada seluruh lingkungan sekitar ananda berada,” kata Sekda.
“Saya juga sangat berharap agar ananda sekalian kiranya dapat menjadi agenda pembaharuan sosial untuk mendorong percepatan dan perluasan pembangunan kota dengan basis partisipasi,” pesannya.
Sebelum pengukuhan dilakukan, satu persatu anggota Paskibraka mencium bendera Merah Putih. Kemudian Sekda memasangkan kendhit (ikat pinggang) secara simbolis kepada salah seorang anggota Paskibraka. Setelah itu barulah Sekda mengukuhkan 43 anggota Paskibraka dan ditutup dengan lagu Indonesia Raya. (as-01)

