asarpua.com

SDN 14 Rantau Utara Terbakar, 5 Ruang Kelas dan 2 Gudang Ludes

Pihak SPK Polres Labuhanbatu mengamankan barang bukti untuk penyelidikan penyebab kebakaran yang menghanguskan 5 ruang kelas dan 2 gudang SDN 14 Rantau Utara, Jalan Menara Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (25/08/2025). (Foto: Asarpua.com/humas)

ASARPUA.com – Labuhanbatu – SD Negeri 14 Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Jalan Menara Rantauprapat, terbakar, Senin (25/08/2025), sore. Insiden kebakaran itu menghanguskan 5 ruang kelas, gudang penyimpanan alat-alat olahraga dan gudang tempat kursi-kursi yang rusak.

Merduwati selaku guru di sekolah tersebut, mengatakan awalnya melihat asap mengepul keluar dari dalam gudang sekolah. Kemudian ia memanggil temannya, Efrida, yang juga guru di SD itu.

“Setelah melihat gudang terbakar, saya bersama Efrida langsung memanggil guru-guru yang lain untuk segera datang dan bersama-sama memadamkan api serta menghubungi petugas pemadam kebakaran,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala SDN 14 Rantau Utara
Hj Samsiah Siregar SPd mengatakan gedung yang terbakar adalah gudang tempat penyimpanan kursi rusak, gudang penyimpanan alat-alat olahraga, ruang kelas 1A, 1B, 3A, 3B dan 4A. Ketujuh ruangan itu hangus terbakar, termasuk kursi-kursi/tempat duduk anak sekolah belajar. Ia memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta.

Ia mengatakan pihaknya akan memanfaatkan ruangan-ruangan yang tidak terbakar sebagai ruang belajar anak-anak kelas 1A, 1B, 3A, 3B dan 4A untuk sementara waktu, menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dinas Pendidikan.

“Sebagian dibuat masuk pagi dan sebagian lagi masuk siang,” sebut kepala sekolah.

Kapolres Labuhanbatu melalui Plt Kasi Humas Iptu Arwin SH mengatakan pihaknya melalui Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) telah menerima laporan kebakaran sekolah itu.

Arwin menyebut, sebelumnya SPK-C mendapat informasi bahwa SDN 14 Rantau Utara di Jalan Menara, Kelurahan Siringoringo, terbakar. Pihak SPK-C bersama petugas Piket Fungsi kemudian turun melakukan cek TKP, dan sampai di lokasi kejadian, petugas melihat gedung sekolah sedang terbakar dan langsung membantu melakukan pemadaman.

Polres Labuhanbatu juga telah memeriksa saksi-saksi. Berdasarkan keterangan saksi Merduwati dan S Efrida, setelah melihat kepulan asap tebal muncul dari gudang sekolah, mereka memanggil guru-guru piket sekolah, Deni A Lubis, Rendi Pramana Munte dan Rahul Rangkuti, untuk menyiram api serta menghubungi pihak pemadam kebakaran.

“Pihak sekolah mengatakan api berasal dari gudang sekolah yang tidak ada aliran listrik,” ungkap Iptu Arwin.

Kemudian tim petugas pemadam kebakaran datang membawa 2 unit mobil pemadam dan langsung menyiram api yang membakar 5 ruang kelas dan 2 gudang sekolah. Setengah jam berjibaku, petugas pemadam dibantu pihak kepolisian dan masyarakat berhasil memadamkan api.

“Petugas telah mengamankan barang bukti sepotong papan bekas terbakar dan selembar seng bekas terbakar. Asal sumber api masih dalam Lidik. Tim Inafis Satreskrim sudah melaksanakan identifikasi secara ilmiah untuk mendukung penyelidikan dan penyidikan. Lokasi kebakaran juga telah dipasang police line,” sebut Arwin. (Asarpua)

Reporter: Martin Tarigan

Related News

Zulkarnaen SKM: Akan Dibangun Rumah Pompa, Atasi Banjir di Pintu Tol Bandar Selamat 

Redaksi

Pemko Medan Harap Panwaslu Kecamatan Kawal Pilkada 2020

Redaksi

Aulia Rachman Paparkan Konsep Strategi Kepemimpinan Visioner dan Pembangunan Berkelanjutan

Redaksi