ASARPUA.com – Kabanjahe – Rumah Tahanan Negara Kelas II B di Jalan Bhayangkara Kabanjahe terbakar diduga dibakar warga binaan Rabu (12/02/2020) sekira pukul 11.10 WIB.
Untuk mengantisipasi warga binaan melarikan diri, petugas Rutan yang belum terkonfirmasi namanya langsung meminta bantuan ke Markas Komando Bataliyon Infantri 125,SI,MBISA yang letaknya hanya hitungan ratusan meter dari lokasi kebakaran.
Mendapat laporan dari petugas Rutan, Wadanyon 125 SI, MBISA,Mayor (Inf) Irwansyah langsung menurunkan anggota sebanyak 3 pleton (75 orang) lengkap dengan senjata jenis SS 1 V2 untuk membekap Polres Karo turun kelokasi.

Anggota Yon 125 SI, MBISA jaga ketat proses evakuasi. (Foto : ASARPUA.com /johni sembiring)
Mobil Pemadan Kebakaran (damkar) milik Pemerintah Kabupaten Karo dibantu Mobil Water Canon Polres Karo beserta personilnya sibuk memadamkan api.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Begitu juga dengan nilai kerugian belum terkonfirmasi, karena semua terlihat masih sibuk memedamkan api dan mengevakuasi warga binaan.
Wakapolres Tanah Karo, Hasian Panggabean terlihat dilapangan memberikan aba -aba kepada personil agar terus berjaga -jaga mengantisipasi adanya tahanan yang melarikan diri. Begitu juga dengan KabagOps Polres Tanah Karo, Kompol Zulkarnaen Sinulingga terlihat sibuk memberikan aba-aba dan menghimbau masyarakat yang mendekati lokasi agar menjauh dari lokasi lewat pengeras suara.
Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny R. Hutajulu yang langsung turun kelokasi juga belum terkonfirmasi akibat sibuk memadamkan api dan mengevakuasi warga binaan.
Dikatakan staf pengamanan Rutan Kabanjahe, Egi Sembiring menyebutkan jumlah tahanan ada sebanyak 410 orang yang terdiri dari 380 laki-laki. dan 30 orang tahanan wanita terpaksa dievakuasi lewat tembok bagian belakang Yang tingginya diperkirakkan mencapai 7 meter dengan menggunakan tangga seadanya.
Ditambahkan Egi Sembiring bahwa asal api bermula dari blok B. 1. ” Tiba-tiba tiba saja ada api. Kami menduga dibakar oleh salah seorang tahanan. Namun apa yang memicu dan siapa dalangnya masih dalam penyelidikan,” ujar Sembiring.
Salah seorang warga binaan yang enggan menyebut namanya mengatakan bahwa terjadinya kerusuhan ketika ada tahanan yang dirantai. Melihat ada temannya yang dirantai ada yang tifak terima sehingga timbul kerusuhan kecil.
“Awalnya ada kawan kami yang dirantai bang, makanya kami enggak terima,” ujar salah seorang warga binaan berinisial (T) saat jelang dimasukkan di dalam mobil tahanan.
Dirinya mengungkapkan, kelima rekannya itu sudah menjalani hidup dengan dirantai selama tiga hari ini. Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab rekannya tersebut diperlakukan seperti itu.
Demi kelancaran proses evakuasi warga binaan personil dari Kepolisian Resor Tanah Karro langsung mengalihkan arus lalu lintas pada bundaran Tugu Bambu Runcing yang letaknya persis dekat persimpangan Jln Bhayangkara.
Proses evakuasi cukup merepotkan petugas dari Polres Tanah Karo karena begitu banyaknya masyarakat sekitar yang ingin melihat kejadian.
Evakuasi tahan dengan menggunakan mobil tahanan milik Polres Karo dan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Karo. Seeluruh tahanan ditempatkan sementara pada rumah tahanan Polres Tanah Karo dan Polsekta Berastagi.
Sekira pukul 15.33 WIB seluruh warga binaan selesai dievakuasi ke rumah tahan kepolisian jajaran Polres Tanah Karo. Api diperkirakan sudah dapat dijinakkan pada pukul 15.45 WIB. (as-joh)

