PT Hari Sejahtera Tapioka Berdiri untuk Tingkatkan Perekonomian Warga

2988

ASARPUA.COM – STM Hilir – PT Hari Sejahtera Tapioka, pabrik pengolahan tepung tapioka, di Jalan Besar Tanjung Morawa, Desa Tadukanraga Kecamatan STM Hilir Deliserdang. Keberadaan pabrik besar di desa mereka membuat masyarakat bangga dan memiliki harapan baru pada perubahan perekonomian ke arah yang lebih baik. Siapa sangka, ternyata Kabupaten Deliserdang memiliki pabrik tepung tapioka yang megah.

“Pabrik ini  direncanakan mulai beroperasi 2 (dua) bulan mendatang. Untuk itu kami berharap dapat bersinerji menjalin kemitraan secara timbal balik dan kerjasama yang erat dengan warga setempat juga pemerintah daerah. Semua itu bermuara untuk membangun perekonomian meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta kelangsungan produksi pabrik”, kata Hery, Manager PT Hari Sejahtera Tapioka yang ditemui asarpua.com di lokasi pabrik, Jumat (08/06/2018).

Sinergitas serta kemitraan itu akan membuahkan manfaat bagi semua pihak terutama masyarakat bisa menjadi pekerja di pabrik dengan upah yang layak sesuai dengan upah minimum Kabupaten Deliserdang. Selain itu juga masyarakat di Kabupaten Deli Serdang yang memiliki kebun singkong tidak perlu menjual singkongnya jauh-jauh ke pasar, lanjut Heri.

“Alhamdulillah, dengan beroperasinya pabrik ini dapat memproduksi 150 ton singkong per hari”, kata dia.

Masih kata Heri, ide dari pemilik perusahan untuk membangun pabrik Tapioka di Kecamatan STM Hilir ini memang cukup matang dan dengan dana yang tidak sedikit pula, yakni mencapai miliaran rupiah. Hebatnya Chairul Saleh Camat STM Hilir dan Muhamad Darmawan Kepala Desa Tadukanraga cepatnya merespon perwakilan Pemkab Deli Serdang untuk menarik investor membuka peluang usaha di Kecamatan STM Hilir.

Jadi berdirinya PT Hari Sejahtera Tapioka pabrik pengolahan singkong menjadi tepung tapioka di Desa Tadukanraga ini, tidak hanya membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat STM Hilir tetapi keberadaan pabrik ini juga sangat membantu pemasukan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya.

“Inilah kenapa saya menyebut pak Camat dan Kades sangat cerdas dalam melihat peluang pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat dengan merespon positif pembangunan pabrik tapioka ini,” ujar Heti.

Ditambahkan Heri, sumber bahan mentah tepung tapioka ini nantinya akan diambil dari petani di Deliserdang, Langkat dan Sergai. Bahan baku yang dibutuhkan, untuk memenuhi kebutuhan produksi pabrik sebesar ini mampu menampung 1.000 ton singkong perhari.

“Saat ini pembangunan pabrik ini sudah di atas 90 persen. Jadi kita masih menunggu satu unit mesin lagi mudah-mudahan awal Agustus mendatang sudah masuk. Untuk menginstal mesin itu kurang lebih butuh waktu dua minggu. Kita harapkan akhir Agustus sudah running testlah. Saat ini kita sudah melakukan tes mesin tetapi tidak secara keseluruhan baru unit perunit mesin,” jelas Heri.

Menanggapi hal tersebut, Camat STM Hilir Chairul Saleh Siregar S.Sos didampingi Kepala Desa Tadukanraga Muhamad Darmawan saat dikonfirmasi menyambut dengan baik kehadiran pabrik ini. Camat meminta pabrik ini bisa menjadi sumber pendapatan daerah bagi petani dan daerah.

Mantan Camat Patumbak ini juga meminta pengelola pabrik untuk mengolah limbah agar tidak merusak lingkungan dan menggangu masyarakat sekitar. Dibukanya pabrik tapioka ini bisa menjadi stimulan untuk mendatangkan investor di sektor lain untuk diversifikasi pemasukan daerah.

Berdayakan Petani dan Buka Lapangan Kerja

Camat STM Hilir dan Kades Tadukanraga mengharap, investasi pembangunan pabrik tapioka ini dapat menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat terutama petani-petani singkong yang selama ini masih kebingungan menjual hasil tani di pasar. Dengan keberadaan pabrik ini, kata Chairul Saleh, diharap mampu menambah lapangan kerja baru bagi putera-puteri daerah.

“Saya tentu mendukung dan akan mempermudah investasi pabrik ini dalam kontek sesuai regulasi. Karena dampak investasi pabrik ini bagus untuk pemerintah. Pertama, kemitraan pabrik dengan para petani akan meningkatkan kesejahteraan petani. Kedua, pabrik ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Saya minta prioritas adalah SDM dari putra-putri daerah. Orang-orang asli daerah,” kata dia.

“Untuk meyakinkan para petani agar tetap menanam singkong, maka pabrik ini kita pertontonkan kepada mereka karena saya yakin mereka belum pernah melihat pabrik yang secanggih ini. Saya men-support dan ikut mempertanggungjawabkan ketika saya meminta petani untuk menanam singkong,” tegasnya.

Secara terpisah, salah satu petani singkong, Nurjaman (50), mengaku sangat mengapresiasi dibukanya pabrik ubi kayu di daerah ini. Dia juga bangga denga kepedulian serta komitmen Camat dan Kades yang berhasil menarik investor untuk mendirikan pabrik tapioka di
Kecamatan STM Hilir.

Harapannya, selain harga singkong bisa dikendalikan. Kami juga mengharap, pemuda yang masih nganggur bisa ikut bekerja disitu,” pintanya. (as-jombo)

Teks foto:
Lokasi Pabrik Tapioka dan Camat STM Hilir.asarpua.com/Mberngap Ginting