ASARPUA.COM – Medan – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII 2018, Jalan Willem Iskandar Medan, Minggu (07/10/2019) malam. Puluhan ribu massa memenuhi arena lokasi utama (Astaka).
Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah, mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar memandang MTQN tidak sekedar acara seremonial belaka atau tentang kompetisi menang-kalah. Melainkan sebagai suntikan energi bagi umat Islam untuk membumikan Alquran di dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Renungi dan pahami maknanya, jadikan Alquran sebagai pedoman hidup yang menuntun kita pada kemajuan,” kata Presiden.
Selain itu, Presiden juga mengajak seluruh hadirin untuk berdoa bagi korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Juga mengirimkan doa kepada para korban yang selamat dari bencana.
Sebelumnya Gubsu Edy Rahmayadi selaku tuan rumah mengucapkan selamat datang kepada Presiden RI Jokowi dan Ibu Negara Iriana beserta seluruh pihak yang ikut meramaikan MTQN XXVII Tahun 2018.
Gubsu melaporkan MTQN XXVII diikuti 1550 kafilah dari 34 provinsi. Dalam rangkaian kegitan tersebut, ada beberapa kegiatan pendukung yakni launching Buku Muqri Sumut di Pentas Dunia, Parade 1000 Hafizh, Pameran Mushaf Alquran Kuno Sumut yang ditulis 300 tahun silam, dan lainnya.
Sementara itu Menteri Agara RI Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan MTQN telah mencapai usia 60 tahun pelaksanaannya sejak tahun 1958 di Ujungpandang, Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam sejarahnya, Sumut memerlukan waktu 47 tahun untuk jadi tuan rumah MTQN lagi, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada tahun 1971. Tentu ini momentum yang sangat penting, mengingat MTQN adalah peristiwa keagamaan, budaya, sosial dan ekonomi,” ucapnya.
Event relegius tingkat nasional ini menampilkan artis ibu kota Bimbo, atraksi konfigurasi lafaz Allah, tarian kolosal dari tujuh etnik Sumut serta ribuan remaja mengiringi lagu Bimbo. (as-01)

