asarpua.com

Pembangunan Kios Kuliner di Tongging Terancam Gagal

ASARPUA.com – Tanah Karo – Pembangunan kios kuliner di kawasan wisata Tongging terancam gagal. Hal ini berarti kerja keras Bupati Karo, Terkelin Berahmana, SH memperjuangkan dana untuk pembenahan kawasan Danau Toba di wilayah Tanah Karo seputaran Tongging masih terganjal karena adanya penolakan dari sebagian warga. Padahal sebelumnya dalam sosialisasi warga menyatakan mendukung pembangunan kios kuliner tersebut.

Penolakan dari warga setempat mengindikasikan bahwa pembangunan kios kuliner oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dengan anggaran sebesar Rp3 milyar di daerah tujuan wisata (DTW) Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo kemungkinan akan gagal.

Padahal sesungguhnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melalui Camat Merek, Kapolsek Tigapanah dan Koramil Merek sudah melakukan sosialisasi tentang pembangunan kios-kios. Warga menyatakan persetujuannya. Namun sayangnya, saat dimulai pembangunan reklamasi untuk lokasi kios kuliner, warga merasa keberatan.

Terungkap adanya warga yang sepertinya merasa keberatan saat Bupati Karo Terkelin Berahmana, SH, didampingi Kepala Bappeda Karo Ir Nasib Sianturi, MSi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karo Ir Mulia Barus, MSi baru-baru ini meninjau pembangunan taman Geopark Kaldera Toba di Desa Tongging yang rencananya direklamasi.

“Saya heran pembangunan kios kuliner yang tadinya untuk penataan dan mempercantik wajah Tongging menurut info camat hanya tiga kios yang bisa dibangun atas persetujuan pemiliknya sedangkan selebihnya menolak pembangunan kios tersebut,” ungkap Bupati Karo tanpa mampu menyimpan kekecewannya.

“Tidak ada sedikitpun niat pemerintah merugikan warganya dalam mendongkrak perkembangan kemajuan ekonomi yang berdaya saing. Bahkan dengan adanya pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di seputaran Danau Toba justru untuk meningkatkan kesejahteraan warga di Kabupaten Karo khususnya di Tongging,” ujar Terkelin.

Sementara Kepala Bappeda Karo, Nasib Sinturi, MSi mengamini yang dikatakan Bupati Karo. Konsep pembangunan kios kuliner di atas danau setelah dilakukan reklamasi (ditembok dan di cor) baru dibangun. Pekerjaannya langsung ditangani Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR bukan Pemda Karo. Namun ada kita dengar riak riak dari Camat Merek bahwa warga pemilik kios yang berjumlah 12 (dua belas) sebagian besar tidak setuju. Sungguh sangat disayangkan bila warga kita tidak siap menerima pembangunan yang sebenarnya justru untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

“Sebelumnya warga sudah menyatakan persetujuaanya, namun saat dimulai pembangunan, tiba-tiba warga bersikukuh menolak. Padahal Bupati Karo sangat agresif melobi anggaran ke pemerintah pusat, sehingga akhirnya anggaran itu turun. Tidak mudah melobi anggaran itu ke pusat, karena banyak daerah yang menginginkan anggaran dari pusat untuk pembangunan daerahnya,” beber Sianturi.

Tadinya, kata Sianturi, pihaknya sangat berharap, warga mendukung pembangunan kios kuliner, sehingga tahun depan anggaran untuk pembangunan berbasis prasarana wisata di Tongging bisa meningkat. Bahkan untuk tahun depan sudah kita rencanakan pembangunan dermaga Tongging dan pelebaran jalan di sejumlah titik menuju Tongging. Tapi dengan adanya penolakan ini, tentu sangat berpengaruh. Otomatis citra kita di pusat sedikit dipertanyakan,” kata dia. (as-joh)

Related News

Warga Desa Kutamale Temui Bupati Karo, Tuntut Pembangunan Jalan

Redaksi

Bupati Karo Teken Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2018 di BPK 

Redaksi

Percasi Karo Bekerjasama dengan Moderamen GBKP Gelar Turnamen Catur

Redaksi