ASARPUA.com – Medan – Jalan kaki adalah salah satu aktivitas olahraga ringan yang mampu menurunkan berat badan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity menemukan, jalan kaki 10.000 langkah perhari yang dibarengi dengan latihan fisik sedang hingga berat dapat menurunkan berat badan.
Tak hanya jalan kaki, berlari juga dikaitkan dengan penurunan berat badan.
Jalan kaki vs lari untuk menurunkan berat badan, penelitian yang dilakukan Studi Kesehatan Pelari dan Pejalan Kaki Nasional pada 2013 mengungkap bahwa lari lebih cepat menurunkan berat badan daripada jalan kaki.
Studi itu dilakukan dengan membandingkan hampir 50.000 orang yang memiliki rutinitas jalan kaki dan lari selama bertahun- tahun. Hasilnya jalan kaki membantu menurunkan berat badan pada hamper semuakoresponden penelitian.
Namun, lari lebih efektif dalam menurunkan berat badan untuk pria secara keseluruhan dan untuk wanita yang mulai kelebihan berat badan.
Pada koresponden pria dan wanita yang mengalami obesitas, jalan kaki bias menurunkan setengah dari berat badan yang turun akibat lari.
Kalori yang terbakar saat jalan kaki dan lari jumlahnya tidaklah sama. Lari mampu membakar kalori lebih banyak daripada jalan kaki.
Lari merupakan salah satu jenis olahraga dengan intensitas tinggi yang manfaatnya dapat dirasakan meskipun sesi latihan telah berakhir. Saat Anda lari dalan jalur yang menanjak, kalori akan terus terbakar hingga 48 jam setelah berolahraga. Hal tersebut dikenal dengan efek afterburn.
Penelitian menemukan bahwa efek afterburn dapat membantu membakar kalori lebih banyak secara signifikan dari waktu ke waktu. Beberapa studi menemukan bahwa lari dengan intensitas tinggi dapat mengurangi nafsu makan setelah berolahraga.
Olahraga dengan intensitas tinggi mampu menekan kadar hormone lapar (ghrelin) dan lebih banyak memproduksi hormone kenyang (peptida). Penelitian yang dilakukan pada 11 pria menemukan, lari selama 60 menit menurunkan hormone ghrelin dibanding mereka yang tidak berolahraga.
Lari dengan intensitas sedang dan berat dapat membakar lemak yang tertimbun di bagian perut. Penelitian menunjukkan hubungan antara lemak perut dan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan penyakit lainnya. Studi telah menemukan bahwa olahraga aerobic tingkat sedang hingga berat seperti lari dapat mengurangi lemak perut tanpa perlu mengubah pola makan.
Namun, jalan kaki juga tidak kalah efektif dalam menurunkan berat badan bila dilakukan secara rutin, konsisten, dan dikombinasikan dengan pola makan sehat. Untuk hasil optimal, disarankan berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari dengan intensitas yang cukup seperti langkah cepat atau di jalanan yang menanjak. (Asarpua/ Sumber: Kompas.com)

