ASARPUA.com – Jakarta – Ignasius Jonan kembali menjadi perhatian publik saat ini. Nama Ignasius Jonan kembali. mencuat di tengah isu proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.
Namanya muncul lagi setelah Mahfud MD dalam podcast kanal YouTube Mahfud MD Offical menyoroti proyek ambisius Jokowi saat menjadi presiden, yaitu kereta cepat Jakarta Bandung Whoosh. Mahfud juga menyoroti sikap sejumlah pihak yang sejak awal menolak proyek whoosh yang tak layak dijalankan. Seperti Agus Pambagio dan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.
Mahfud menyatakan Jonan sempat menolak Whoosh karena dianggap tidak feasible atau tidak layak secara ekonomi. Setelah penolakan itu pun, kata Mahfud, Jonan dipecat sebagai Menteri Perhubungan dan diganti dengan Budi Karya Sumadi. Riwayat Pendidikan Ignasius Jonan Ignasius Jonan lahir pada tanggal 21 Juni 1963 di Singapura.
Jonan pernah bersekolah di SMP Santo Yosef di Kota Surabaya. Ia juga tercatat sebagai alumni SMA Katolik St. Louis 1 di Surabaya. Pendidikannya masih dilanjutkan di Kota Pahlawan. Jonan menempuh Pendidikan tinggi di Universitas Airlangga (Unair) dan menamatkan Pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, jurusan Akuntansi.
Jonan melanjutkan studi sarjana ke luar negeri, tepatnya ke Fletcher School of Law and Diplomacy di Tufts University di Amerika Serikat. Dia juga sempat mengikuti program di Harvard Kennedy School. Karena integritas dan dedikasinya, Jonan bahkan diberikan gelar Doktor Honoris Causa oleh Universitas Airlangga pada tahun 2021 atas upayanya untuk mengubah kepemimpinan dan pelayanan publik di sektor transportasi nasional.
Karier Jonan mulai berkembang ketika dia ditunjuk sebagai Direktur Utama KAI pada tahun 2009. Di bawah kepemimpinannya, KAI mengalami transformasi besar.
Dia menata ulang sistem manajemen, memperbaiki layanan penumpang, dan membuat perjalanan kereta api menjadi lebih modern dan nyaman. Ini menjadikan Jonan dikenal sebagai sosok pembaru di dunia perkeretaapian Indonesia. (Asarpua)
Sumber: Sindonews

