ASARPUA.com – Medan – Warga mengaku lingkungan mereka selalu saja kebanjiran, dampak dari pembangunan revitalisasi Pasar Timah yang drainasenya amburadul dikerjakan. Keluhan warga itu, disampaikan kepada DPRD Medan beberapa waktu lalu.
Menyahuti keluhan warga Lingkungan VII Kelurahan Sei Rengas II Medan Area yang selalu kebanjiran, Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH meninjau pembangunan Pasar Timah, Senin (02/03/2020).
“Drainase ini tidak beres, pelaksana proyek harus tanggungjawab. Kita minta pembangunan distop sebelum ada solusi untuk perbaikan. Kita tidak setuju warga sekitar kebanjiran akibat kelalaian pihak pengembang,” tegasnya.
Kepada Ahun yang mewakili pihak pengembang, Paul meminta agar drainase yang ada sekarang, segera diperbaiki dan harus dipastikan tidak berdampak kepada warga sekitar. Drainase yang amburadul itu diminta segera dinormalisasi dan tidak ditutup sebelum semua lancar.
“Bila perlu, buat drainase yang bisa dibuka dan ditutup sehingga jika ada masalah dapat segera diperbaiki,” saran Bendahara F-PDI Perjuangan DPRD Medan itu.
Begitu juga dengan Amdal Lalin supaya dilakukan sehingga terhindar dari kemacetan. Termasuk sarana parkir harus disiapkan pengembang guna meminimalisir kemacetan nantinya.
Pada kesempatan itu, Paul meninjau rumah salah seorang warga di Simpang Jalan Tembaga, dimana pintu pagar rumah tertutup karena bangunan Pasar Timah yang menempel. Akibatnya akses keluar masuk pemilik rumah, Budi Sumargo menjadi terganggu.
Budi berharap DPRD Medan memasilitasi pembongkaran bangunan yang menutup akses jalan ke rumahnya. Ia mengaku, sebelumnya sudah minta agar bangunan yang menutup jalan ke rumahnya dibongkar, namun tidak digubris pengembang.
Hadir juga pada saat peninjauan Camat Medan Area Hendra Asmilan, Lurah Sei Rengas II Vindika Batubara, mewakili Dinas PU Risfan dan Abidan, mewakili PD Pasar Rizal, mewakili Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Affan, mewakili Satpol PP Irvan dan pihak pengembang Ahun serta warga sekitar. (as-01)

