ASARPUA.com – Medan – Masih ingat kah anda dengan Medan Club? Yang kini sudah menjadi gedung tak jelas peruntukannya setelah dijual ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masa kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi?
Medan Club dulu bernama Club house of the Witte Societeit dibangun pada abad ke 18 dimasa pemerintahan kolonial Belanda, tepatnya tahun 1879. Bangunan ini diperuntukkan sebagai rumah kopi. Sebelum direlokasi ke Jalan R. A Kartini sekarang bangunan ini awalnya berada di Jalan Bukit Barisan berdekatan dengan Lapangan Merdeka (dulu Jalan Societeitweg) yang sekarang menjadi gedung Bank BCA Cabang Bukit Barisan Medan. Posisinya menghadap ke Lapangan Merdeka tepatnya di samping Kantor Pos Medan.
Menurut sejarahnya pada masa itu Belanda mendirikan Club House ini sebagai tempat berkumpulnya (nongkrong) kaum elit, tuan-tuan kebun dan kaum borjuis lainnya untuk melepas lelah atau kongkow-kongkow minum kopi sambil menghisap cerutu Tembakau Deli. Bangunan ini lalu diruislagh ke Jalan R. A Kartini persisnya di belakang Kantor Gubernur Sumatera Utara dan nama Club house of the Witte Societeit diganti menjadi Medan Club.
Fungsi dan konstruksi bangunan dari kayu dan sebagian atapnya terbuat dari ijuk sampai sekarang masih tetap dipertahankan. Medan Club tetap sebagi tempat nongkrong dan klub ekslusif orang-orang penting Kota Medan. Kepengurusan Medan Club dipilih secara periode lima tahun sekali. Sekedar berkunjung siapa saja bebas mengaksesnya asal minta izin kepada sekuriti yang berjaga di gerbang dan petugas administrasi. Di ruang utama dipajang beberapa foto hitam putih gedung-gedung tua peninggalan Belanda bertajuk sumbangan dari Muhammad TWH. Gedung ini menjadi salah satu heritagenya Kota Medan. Tertarik menyaksikan langsung gedung Medan Club datanglah ke Medan. (taniadepari dari buku Ayo Traveling ke Medan)
PETUNJUK
MEDAN CLUB
Jl. Kartini
Medan-Sumatera Utara
Berada di belakang Kantor Gubernur Sumatera Utara Jl. Diponegoro
Hanya `100 meter dari Dinas Pendidikan Prov Sumatera Utara Jl. Cik Ditiro

