ASARPUA.com – Medan – Tamu undangan dan masyarakat sekitar berbaur menjadi satu dalam kebersamaan silaturahmi malam keakraban merayakan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah di rumah kediaman Tokoh Pemuda Kecamatan Medan Tuntungan Rajendra Sitepu, Minggu (11/08/2019) malam. Acara berlangsung sukses, penuh keakraban dalam balutan kekeluargaan yang kental bersama mensyukuri makna berkurban.

Ditemui sebelum acara Ketua PAC IPK Kecamatan Medan Tuntungan ini berkisah kalau keluarganya setiap tahun berkurban lembu dibeberapa lokasi. Untuk tahun ini tiga lembu dia sumbangkan untuk Hari Raya Qurban (Idul Adha) masing masing: satu ekor lembu untuk Mesjid Pondok Bekala, seekor lembu disumbangkan ke Mesjid Ladang Bambu dan satu ekor lembu disembelih ditempat tinggalnya ditambah dua ekor kambing. “Semoga tahu depan ada rejeki tambah lagi kurban sebeihannya,” kata Bang Ajen.
Bang Ajen menambahkan yang penting makna berkurban harus tetap diamalkan. “Makna berkurban itu adalah rasa kesediaan, kerelaan serta keikhlasan dalam berbagi terhadap sesama melakukan kebaikan kehidupan sehari-hari sekaligus melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Niat semata-mata dslam berkurban adalah untuk mencari ridho Allah SWT,” ujar Rajendra Sitepu yang akrab disapa Bang Ajen.

Selain itu Bang Ajen juga berharap kegiatan seperti ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi dengan warga sekitar, para jiran tetangga, seera semua pedagang terutama para Pedagang Pasar Induk Kota Medan yang tergabung dalam bermacam arisan antara lain Arisan Rimo Manis, organisasi sosial dan kepemudaan Keluarga Besar IPK, Pemuda P,ancasila, AMPI, pemuda Merga Silima, PUK SPSI dan seluruh persatuan yang ada di Pasar Induk Medan semoga tetap semangat dalam menjalankan usahanya.
“Sampai saat ini saya terus belajar dan selalu berupaya mewarisi ketijohan serta keteladan sampai kelihaian Bapak merangkul semua elemen dalam kebersamaan penuh kekeluargaan,” ujar Eko bercerita tentang sosok Ayahnya Ajen Sitepu.
“Saya salut sama Bapak meski besar di pasar bahkan separuh hidupnya dihabiskannya di pasar tapi Bapak bisa menjadi panutan kami dalam keluarga besar. Bapak sangat sayang sama keluarga, sayang sama Mamak, sayang sama anak-anaknya dan apa lagi sama cucu-cucunya sangat dekat sehingga mereka manja kali sama Bolangnya (kakek),” urai Eko.

Masih kata Eko, bahwa dia selalu merindukan suasana silaturahmi seperti Idul Adha begini. Disini secara tidak langsung Bapak mengajarkan kepada saya bagaimana memelihara silaturahmi dan kekerabatan yang pada waktunya menjadi kekuatan dan semangat.
Sementara itu salah seorang yang mewakii Pedagang Pasar Induk Medan Indra Siregar mengucapkan terimakasih kepada Bang Ajen yang telah menggelar malam keakraban ini.

“Terimakasih yang terhebat saya ucapkan kepada penasehat seluruh organisasi yang ada di Pasar Induk Rajendra Sitepu atas penghargaan Uis Beka Buluh yang di sangketken (dipakaikan) kepada saya pada acara Idul Adha ini. Semoga ke depannya sinergitas seluruh elemen dapat semakin solid. Sehat-sehat kam, Ma ras Mamiku Dewi Tigan,” ungkap Indra Siregar pebisnis sukses ini.
“Terimakasih saya juga buat Impalku Eko Sitepu Anggota DPRD Karo terpilih, sukses mengemban aspirasi rakyat diparlemen ras kampei sehat ras keluarga Mpal,” demikian Indra.
Perayaan malam keakraban Idul Adha ini selain makan daging kurban sepuasnya juga tersedia bermacam buah buahan acara dihibur artis-artis top Karo dengan iringan musik keyboard, landek sepuasnya hingga jelang subuh. Selamat Hari Raya Idul Adha. (Asarpua)

