asarpua.com

Museum GBKP di Sukamakmur Sejarah Masuknya Injil ke Tanah Karo

Wartawan Asarpua.com bersama Tim saat diabadikan di salah satu koleksi Museum GBKP berupa lesung (tempat menumbuk padi masa lampau). (Foto. Asarpua.com/dokumen)

ASARPUA.com – Sukamakmur – Museum GBKP berada di komplek Taman Jubileum Sukamakmur, dimana peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 30 Juli 1990, bersamaan dengan peresmian Taman Jubileum 100 tahun GBKP. Sedangkan pembukaan dan peresmiannya dilakukan tanggal 11 Agustus 2007 oleh Gubernur Sumatera Utara, Drs. Rudolf Pardede.

Dalam menjalankan fungsinya, Museum GBKP mempunyai visi sebagai pusat informasi budaya yang mampu mencerdaskan bangsa, meningkatkan peradaban dan kebanggaan terhadap budaya. Sementara itu misi yang diemban selain melaksanakan fungsi museum, juga untuk memberikan pelayanan jasa informasi sejarah perjalanan Injil dan budaya Karo.

Mengacu kepada visi misi tersebut, Museum GBKP berupaya untuk menyandingkan agama, budaya dan pendidikan agar saling mengisi tatanan kehidupan beragama dan berbudaya. Museum GBKP Sukamakmur mempunyai koleksi ± 400 buah yang meliputi koleksi arkeologi, etnografi, keramik, filologi, numismatika/heraldika.

Salah satu koleksi yang menarik adalah rumah lesung yang merupakan salah satu bangunan adat tradisional Karo. Bentuk  bangunannya seperti rumah panggung, dengan ukuran : Panjang : 10 m, lebar : 5 m dan tinggi : 7 m .

Rumah lesung ini mempunyai dua buah pintu, yang menghadap kearah Barat dan Timur. Dinding dibuat dari bahan beton dengan struktur miring keluar dan diberi cat profil kayu. Diberi relief ornamen pengeretret. Ornamen ini bentuknya deformasi gambar cecak, dengan kepala kiri kanan. Dipercaya sebagai simbol kekuatan, penangkal setan, kewaspadaan, kemakmuran dan persatuan masyarakat. Relief ini diikat dengan tali ijuk, diberi tiga warna yaitu warna merah yang melambangkan kehidupan di dunia, warna biru melambangkan warna langit yang cerah, dan warna kuning melambangkan warna emas.

Dalam kepercayaan Karo ada tiga warna dasar yang memiliki arti religi yaitu  warna putih melambangkan Dibata Datas, warna merah melambangkan Dibata Tengah/doni kehidupan dan warna hitam melambangkan Dibata Teruh/doni kematen.

Rangka atap dibuat dari baja ringan, atap dari ijuk. Pada bagian depan diberi penutup (ayo-ayo) yang dibuat dari tepas (bambu yang dianyam ) dengan ornamen Bunga Gundur Sitelenen yang dipercaya sebagai penolak bala.

Selain berfungsi sebagai penutup depan atap, ayo-ayo yang  berbentuk segitiga ini juga melambangkan Rakut Sitelu yaitu sebagai lambang kesatuan Kalimbubu, Senina dan Anak Beru.

Pada pangkal dan ujung atap diberi hiasan ornamen patung kepala kerbau lengkap dengan tanduk dengan sikap menanduk/hormat dengan posisi bertahan dan siap menyerang bila diganggu. Bentuk hiasan ini melambangkan keperkasaan, sebagai penjaga keselamatan dari serangan roh-roh jahat.

Masyarakat dapat mengunjungi Museum GBKP Suka makmur sesuai jadwal  yang ditentukan, yakni Rabu – Sabtu Pukul 09.00 – 16.00 WIB,  Minggu – Senin  Pkl. 13.00 – 16.00 WIB, Selasa tutup. 

Museum GBKP Sukamakmur memiliki sarana Ruang Pameran Tetap,    Ruang Perpustakaan, Ruang Audiovisual,  Ruang Administrasi dan Toilet. 

Gagasan pendirian Museum GBKP  (Gereja Batak Kristen Protestan) muncul pada saat perencanaan perayaan jubileum 100 tahun GBKP (18 April 1890-18 April 1990), yaitu peringatan masuknya Injil ke tanah Karo.

Museum GBKP dibangun untuk melestarikan materi dan dokumen sejarah masuk dan berkembangnya agama Kristen di tengah orang Karo. Museum GBKP terletak di lokasi retret Taman Jubelium 100 Tahun GBKP. Peletakan batu pertamanya dilakukan pada 30 Juli 1990 bersamaan dengan peresmian Taman Jubelium 100 Tahun GBKP. 

Pada mulanya museum ini digunakan sebagai sarana penunjang kegiatan retret GBKP. Baru pada 2003 gedung museum diserahkan oleh pengurus GBKP kepada Kepala Biro Museum, Perpustakaan, dan Kebudayaan Karo. (*) Komplek Taman Jubileura GBKP, Jl. Jamin Ginting Km. 45, Sukamakmur

Gagasan pendirian Museum GBKP (Gereja Batak Kristen Protestan) muncul pada saat perencanaan perayaan jubileum 100 tahun GBKP (18 April 1890-18 April 1990), yaitu peringatan masuknya Injil ke tanah Karo. Museum GBKP dibangun untuk melestarikan materi dan dokumen sejarah masuk dan berkembangnya agama Kristen di tengah orang Karo.

Museum ini mempunyai ratusan koleksi, meliputi koleksi etnografi, arkeologi, sejarah, filologi, dan keramik. (tania depari)

Related News

Forkopimda Bengkulu Matangkan Persiapan Idulfitri

Rico Waas Pimpin Gotong Royong Sekaligus Serap Aspirasi Warga Medan Denai

Redaksi

Anggota DPRD Medan Dapat Fasilitas Ipad dan Laptop

Redaksi