asarpua.com

Terkesan Ada Oknum Mematikan Bisnis Babi, Bangkainya Diserak Sembarangan

ASARPUA.com – Kabanjahe – Himbauan Pemerintah Kabupaten Karo prihal tidak membuangĀ  bangkai babi sembarangan sepertinya belum diindahkan. Bahkan sosialisasi yang gencar dilakukan ketengah – tengah masyarakat tidak membuahkan hasil.

Sebenarnya himbauan itu tak mempan. Pemkab harus ambil aksi buat tim pemantau di lapangan suapaya tahu siapa oknum yng suka buang bangkai babi sembarangan. Bupati harus hadir di sini karena ini sudah terkesan ada unsur kesengajaan dari oknum-oknum tertentu untuk memuluskan niat terselubung mereka, kata sumber Asarpua.com di Kabanjahe.

Puluhan ekor babi mati yangĀ  terserang virus demam babi klasik atau virus clasical fever kembali terlihat di jalan LingkarĀ  desa Kacaribu perbatasan desa Singa Kecamatan Tiga Panah dengan Kelurahan Lau Cimba Kecamatan Kabanjahe Karo, Senin (16/12/2019) pukul 13.53 WIB.

Camat Kabanjahe, Frans Leonardus Surbakti yang dikonfirmasi melalui pesan whats app mengatakan akan segera berkordinasi dengan tim untuk mengangkut bangkai babi yang dibuang sembarangan.

Salah seorang warga yang sering melintas sekitar lokasi pembuangan bangkai babi kepada ASARPUA.com mengaku sudah sangat terganggu dengan bangkai-bangkai babi. Apalagi bangkainya sudah membusuk dan dirubungi lalat baunya sangat tidak enak.

“Sudah pernah juga kami tunggui dilokasi untuk mencari tahu siapa yang membuang bangkai babi disini.Ā  Sudah ada juga himbauan jangan buang sembarangan.Ā  Tapi tetap saja ada bangkai babi.Ā  Entah kapan dibuangnya d kami gak tau, ” kesal warga yang mengaku bermarga Ginting.

Kejadian kematian babi akibat serangan hog kholera di Kabupaten Karo yang dibuang sembarangan sudah sangat menghatirkan. Jumlahnya sudah mencapai ribuan ekor.

Penyebab demam berdarah babi yang dapat menyebabkan kematian yaitu demam babi klasik atau hog kholera dan demam babi Africa atau African Swine fever.

Para peternak diperkirakan mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Industri peternakan babi sangat mengharapkanĀ  pemerintah mengumumkan wabah demam babi African Swine Fever (ASF) untuk mencegah penyebaran virus. (as-joh)

Related News

Bupati Bersama Wabup Karo Hadiri Pentahbisan 8 Imam Baru di Gereja St. Fransiskus Assisi Berastagi

Redaksi

Gawat, Karyawan PDAM Tirta Malem Kabanjahe 9 Bulan Belum Gajian

Redaksi

Pemkab Karo Gandeng LLDIKTI Dorong Inovasi Pendidikan hingga UMKM Lewat Kolaborasi Strategis

Redaksi