asarpua.com

Safari Ramadhan UINSU Medan Gaungkan Pesan Taubat di Rutan Kelas I Medan

UINSU Medan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ke Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan. (Foto. Asarpua.com/humas)

ASARPUA.com – Medan – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan melaksanakan kegiatan Safari Ramadan ke Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan pada Selasa, (03/03/2026).

Kegiatan penuh khidmat ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama kelembagaan sekaligus momentum pembinaan spiritual bagi warga binaan. Hadir mewakili Rektor Prof. Dr. Nurhayati sembari menyampaikan salam ta’zhim dari Rektor kepada keluarga besar Rutan, yaitu Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lemabaga, Prof. Dr. Muzakkir dikarenakan Rektor berhalangan hadir secara langsung.

Para Wakil Rektor yang hadir yakni Prof. Dr. Katimin (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan) dan Prof. Dr. Muzakkir (Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga). Turut serta Prof. Dr. Nurussakinah Daulay (Direktur Pascasarjana), Dr. Sugeng Wanto (Wakil Dekan I FSH), Dr. Irwansyah (Wakil Dekan III FKM), Dr. Muhammad Rifa’i (Wakil Dekan III FITK), Dr. Marliyah (Wakil Dekan III FEBI), Dr. Adi Sucipto, Reni R. Armayani, M.E.I (Sekretaris LPPM), serta Tim Humas UINSU Medan.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Dekan I FSH. Suasana semakin syahdu ketika salah satu warga binaan membacakan tilawah Al-Qur’an, menghadirkan ketenangan dan haru di tengah kebersamaan Ramadan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoA) antara beberapa fakultas di UINSU Medan dengan pihak Rutan sebagai tindak lanjut kerja sama UINSU bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang pendidikan, pembinaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kepala Rutan, Andi Surya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi UINSU Medan dalam mendukung pembinaan warga binaan. Ia berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas seremoni, tetapi benar-benar menghadirkan program pendidikan, pembinaan mental, serta pendampingan yang berkelanjutan bagi para warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Muzakkir yang sekaligus memberikan tausiah Ramadan. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh warga binaan untuk memaknai rutan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi sebagai “madrasah jiwa” — ruang pembelajaran spiritual untuk kembali menemukan jati diri dan mendekat kepada Allah SWT.

Ia menegaskan bahwa setiap manusia pasti pernah berbuat salah, namun yang terbaik adalah mereka yang segera bertaubat.
Secara khusus, Prof. Muzakkir menekankan tiga syarat utama diterimanya taubat.

Pertama, adanya penyesalan yang sungguh-sungguh atas dosa yang telah dilakukan. Penyesalan ini bukan sekadar ucapan, melainkan kesadaran mendalam yang lahir dari hati.

Kedua, segera berhenti dari perbuatan dosa tersebut dan tidak menunda-nunda. Taubat tidak bermakna jika seseorang masih terus melakukan kesalahan yang sama.

Ketiga, bertekad kuat dan istiqomah untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut di masa mendatang. Tekad ini menjadi bukti keseriusan seorang hamba dalam memperbaiki diri.

Ia juga mengingatkan bahwa hidup manusia ditentukan oleh bagaimana ia mengakhiri kehidupannya. Karena itu, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperbanyak zikir, istighfar, dan amal kebaikan.

“Jangan pernah merasa bahwa hidup telah berakhir hanya karena berada di balik jeruji. Justru di sinilah kesempatan memperbaiki diri terbuka lebar,” pesannya, seraya menguatkan para warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik kehidupan.

Kegiatan Safari Ramadhan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata dari UINSU Medan kepada pihak Rutan dan sebaliknya, sebagai simbol persahabatan dan komitmen bersama.

Acara diakhiri dengan foto bersama seluruh jajaran pimpinan, petugas rutan, dan perwakilan warga binaan, menandai semangat kolaborasi dalam membangun harapan baru.

Melalui kegiatan ini, UINSU Medan menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Safari Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud nyata dakwah dan pengabdian, menjadikan setiap ruang — bahkan di balik jeruji — sebagai madrasah jiwa menuju pribadi yang lebih baik. (Asarpua)

Penulis : Serasi Sembiring

Related News

Mendagri Lantik Agus Fatoni Jadi Pj Gubsu, Siap Lanjutkan Roda Pemerintahan 

Redaksi

Sergai Kirim 64 Kafilah Qasidah/Nasyid XVII Tingkat Sumut

Redaksi

Jalankan Model Bisnis Pengepul Kelapa Sawit, Bobby Nasution Nilai Koperasi Merah Putih Kelapa Sebatang Potensial

Redaksi