asarpua.com

Menelusuri Jalan Karo, Jalan Terpendek di Kota Medan, Dirgahayu Kotaku

ASARPUA.com – Medan – Masih dalam rangka Dirgahayu Kota Medan 1 Juli. Napak tilas bersama Tania Depari, Ketua Komunitas Penulis Kota Medan (KPM) menelusuri/menyelusuri jejak langkah kedigdayaan Sang Maha Guru, pendiri Kuta Madan (karena perubahan artikulasi jadi disebut Kota Medan), Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Kali ini kita menikmati romansa Jalan Karo.

Jalan Karo berada di pusat keramaian Kota Medan, dekat Pajak (Pasar) Petisah, tepatnya di Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah, dulu sekitar tahun 2000 an camatnya ‘kalak’ Karo Benyamin Tarigan dan Eddy Dharma Tarigan dua-duanya sudah almarhum.

Dari dekat sini bertabur jajanan pasar terkenal termasuk Pajak Petisah yang juga sempat mengalami masa kejayaannya di waktu lampau sebagai salah satu pajak terkenal and favorit di Sumatra Utara dengan kuliner es koteng dan pecalnya yang sedap. Tak jauh dari situ ada Bolu Meranti, lalu Phinphin Jajanan Pasar dengan kue apem nya yang lembut dan sedap kesukaan saya, juga ada kawasan Bika Ambon dan Soto Sinar Pagi yang selalu ramai. Semua bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik kereta (sepeda motor) dari Jalan Karo.

Jalan Karo hanyalah sepenggalah. Memang sangat pendek barangkali tak sampai seratus meter panjangnya. Tetapi itulah nama jalan yang diberikan Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk ‘menghargai’ keberadaan masyarakat Karo di Kuta Madan yang didirikan putra Karo bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada 1 Juli 1590.

Tak hanya pendek, Jalan Karo juga terbilang sangat sempit untuk bisa dikategorikan sebagai jalan dalam wilayah kota. Terus, plank nama jalan sudah lewong entah kemana sepertinya sengaja di ‘tiadakan’ oknum tangan jahil. Pun demikian jangan silap, meski sempit dan pendek, tanpa dilengkapi plank nama jalan, Jalan Karo selalu merindu dan dirindu banyak orang karena bagi mereka tersimpan banyak nostalgia di situ. Itu makanya Jalan Karo tak pernah sepi terus, ramai pengunjung, parkir mobil dan kereta (sepeda motor) ‘rapat padat’ beradu stang. Jalan Karo dikenal luas oleh para penikmat kuliner se Kota Medan bahkan sampai mancanegara. Ada dua kuliner favorit di Jalan Karo yang selalu padat rapat pengunjung.

Karena keberadaan dua kuriner ‘top’ ini, Jalan Karo menjadi salah satu kawasan kuliner favorit wisatawan mancanegara, khususnya dari negeri jiran Malaysia dan Singapura yang berkunjung pada hari biasa maupun weekend.

Sebut saja Rumah Makan (RM) Acek Botak menjadi salah satu penariknya. Kuliner Pecinaan Kota Medan yang cukup melegenda dan favorit ini menjadi penunggu setia Jalan Karo, sejak sekitar 40 tahun lebih. Acek Botak mendirikan RM Acek Botak di Jalan Karo saat Kuta Madan kala itu masih jauh dari hingar bingar kuliner kekinian. Sajian RM Acek Botak terkenal lezat dengan bermacam menu andalannya menjadi jawara kuliner Kota Medan dari masa ke masa, ya di Jalan Karo.

Interior RM Acek Botak terbilang amat sangat sederhana, sesederhana Jalan Karo di usia Kota Medan yang semakin menua. Meski langit-langitnya rendah, tapi terbuka lepas tanpa pintu membuat rumah makan ini tidak terlalu pengap dan tidak panas dikala siang terik matahari, gayanya memang begitu tapi income nya tak terkataken.

Pelanggan setia datang menikmati sajian mie goreng seafood, mie babi, babi goreng, babi kecap dan macam olahan ikan segar. Pasti sedaplah, tak terkataken. Sering juga RM Acek Botak menjadi tempat bereuni bagi Anak-anak Medan yang sudah merantau jauh. Atentions, RM Acek Botak khusus bagi penikmat kuliner yang tak punya pantangan, artinya kalau soor santap saja.

Penulis sempat berbincang dengan Acek Botak yang masih suka membantu melayani pelanggan. “Saya merintis rumah makan ini sekitar usia 40 tahun sekarang usia saya hampir 80 tahun lebih. Dulu Jalan Karo ini masih sangat sepi tapi saya berejeki buka usaha di Jalan Karo sehingga saya bisa mengembangkannya sampai ke depan,” kata Acek Botak sambil tersenyum menunjuk bangunan permanen menghadap ke Jalan Karo dan Jalan Glugur By Pass.

Acek Botak memang sukses di Jalan Karo. Terima kasih untuk Acek Botak yang sudah menjaga Jalan Karo untuk kami dengan Rumah Makan Acek Botaknya.

MACEHAT COFFEE
Satu lagi kuliner ‘ngetop’ Jalan Karo yang ramai dikunjungi semua kalangan tua muda, berduit. Kalau parkiran padat mereka rela berjalan kaki puluhan meter bahkan melampau panjangnya Jalan Karo yang hanya seratusan meter itu cuma karena kebagian parkir sudah di dekat Tugu Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Itupun dipala-palai hanya untuk bisa datang di Macehat Coffee Jalan Karo No. 20 Medan.

Tempat nongkrong kuliner satu ini memang sangat terkenal dan phenomenal tidak hanya di Kota Medan dan Sumatera Utara tetapi sampai mancanegara. Jangan bingung kalau Anda saat sedang asyik menikmati segelas Avocado Coffee melintas ditenggorokan, tiba-tiba ada yang menyapa “Kaka, koleh tak saye duduk kat kamu?”, atau “excuse me, can i sit here,?”.

Itu kerap terdengar di meja-meja di Macehat Coffee. Banyak pengunjungnya dari Penang, Kuala Lumpur, Singapura, Thailand maupun wisatawan Belanda dan Inggris. Nama, Macehat Coffee adalah makanan yang diproses dengan Cepat dan seHAT-usaha itu lalu diberi nama Macehat sesuai singkatannya.

Tempatnya tidak begitu luas, maklum Jalan Karo juga sempit dan pendek. Macehat Coffee juga terlihat sederhana dan tidak menggunakan desain-desain interior yang lagi populer pada beberapa cafe di Medan. Penempatan meja di ruangan juga terlihat apa adanya. Semua terkesan sama. Sederhana. Seperti kesederhanaan Jalan Karo. Namun demikian, pengunjungnya selalu ramai baik indoor maupun outdoor. Pelanggannya datang silih berganti (maaf bukan berganti silih, beda itu temans).

Macehat Coffee juga setia menjaga Jalan Karo dengan sajian spektakulernya Avocado Coffee Float campuran jus alpukat dengan es krim dan espresso, rasanya sedaplah. tak terkataken.

Ayo puaskan hangout dan menjajal kuliner di Jalan Karo. Setidak-tidaknya mengenal Jalan Karo yang pastinya menyimpan sejarah, tugunya dekat Jalan Karo. Meski hanya sepenggalah namun Jalan Karo dikerumuni dan menghidupi banyak orang, persis sama seperti kultur dasar orang Karo yang pengiba, terbuka dan nasionalis.

Di dekat Jalan Karo juga ada makam tua yang sejak dari dulu banyak dikunjungi orang-orang tertentu, katanya ‘makam orang sakti’. Dekat situ jugalah Tugu Guru Patimpus Sembiring Pelawi di Jalan Guru Patimpus, yang air mancurnya kerap tak mancur, kalaupun mancur bisalah hanya sejengkalan saja tah airmancur apapun namanya. Tapi syukurilah daripada tak ada sama sekali. Tapi tolonglah plank nama Jalan Karo itu dipasang lagi lah Bapak Walikota Medan. (tania depari)

PETUNJUK
TUGU GURU PATIMPUS SEMBIRING PELAWI
Jl. Guru Patimpus Medan
Berada di ujung Jl. S. Parman Medan
Kelurahan Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah
Medan – Sumatera Utara
Hanya 20 meter dari Jalan Karo
Hanya 50 meter dari Soto Sinar Pagi
Berada 300 meter dari Pajak Petisah Medan
Berada sekitar 500 meter dari Kantor Walikota Medan
Sekitar 500 meter dari gedung Pengadilan Negeri Medan
Sekitar 1,5 Km dari Tugu Bank Sumut dan Kantor Pos Medan

Related News

Oknum Supir Ojol Njambret, Diamankan Polsek Medan Kota

Redaksi

Wujudkan Nias Daerah Wisata, Pemprovsu Bantu Museum Pusaka Nias

Redaksi

Seluruh Daerah Diharapkan Miliki Desa Wisata

Redaksi