asarpua.com

Kabupaten Sarmi Papua Diguncang Gempa, 3 Orang Luka Berat

ASARPUA.com, Kabupaten Sarmi – Gempa tektonik dengan kekuatan 5.7 SR mengguncang wilayah Kabupaten Sarmi pada Jumat (15/06) sekitar pukul 07.57 WIB. BMKG melaporkan gempa bumi dengan Episenter terletak pada koordinat 1.93 LS dan 138.93 BT, atau tepatnya berlokasi di laut dekat pesisir pada jarak 67 km arah barat laut Sarmi, Provinsi Papua pada kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Pasifik di New Guinea Trench di sebelah utara Jayapur”, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya kepada Asarpua.com.

Hasil analisis BMKG, mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran miring yang merupakan kominasi antara pergerakan mendatar dan naik (Oblique-thrust).

“Gempa tidak berpotensi tsunami. Masyarakat di sekitar Sarmi merasakan guncangan yang kuat selama 2-3 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,” sambung Sutopo.

Laporan sementara dari BPBD Kabupaten Sarmi yang dibagikan oleh BNPB mengatakan jika terdapat 3 orang luka berat akibat tertimpa reruntuhan rumah. Selain itu, sebanyak 118 unit rumah rusak yaitu 86 unit rumah rusak berat dan 32 unit rumah rusak ringan.

“Atas kejadian ini, BPBD Kabupaten Sarmi mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan. Kendala utama adalah jarak dan jalan menuju ke lokasi terdampak dalam keadaan rusak berat sehingga menyulitkan tim reaksi cepat untuk melakukan pendataan dan mendistribusikan bantuan. Jarak antar distrik saling berjauhan dan aksesnya terbatas. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD. Posko BNPB terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sarmi,” tutup Sutopo.

Related News

Tanggap Darurat Sulteng Berakhir, Masa Transisi Selama Dua Bulan

Redaksi

Gempa 6,4 SR Terjang Lombok 10 Orang Meninggal Dunia

Redaksi

Lanud Halim Perdanakusuma Buka Posko Peduli Lombok

Redaksi