asarpua.com

Hadapi Disrupsi Teknologi, Prof. Syawal Gultom Ingatkan Lulusan Unimed Pentingnya Strategi dan Semangat Belajar Sepanjang Hayat

Terlebih lagi, berdasarkan laporan World Economic Forum, sekitar 85 juta pekerjaan berpotensi tergantikan oleh otomatisasi, bahkan di beberapa negara Asia, dampaknya sudah melampaui 70 persen.

“Apapun latar belakang pendidikan kalian, semua bisa tetap relevan di era AI asalkan mau terus belajar,” jelas Prof. Syawal. Ia juga menyebutkan empat sektor potensial masa depan: teknologi informasi, e-commerce, energi terbarukan, dan ekonomi kreatif.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan 20 jenis pekerjaan masa depan yang menuntut keterampilan digital tinggi seperti data analyst, AI specialist, hingga cybersecurity. Namun, keterampilan saja tak cukup.

Prof. Syawal menekankan pentingnya strategi pribadi: membangun jejaring, mengembangkan daya juang, dan memperluas wawasan lintas bidang.

Sebagai penutup, ia mengangkat kisah inspiratif dari tokoh-tokoh seperti Michael Faraday, Thomas Edison, Jan Koum (pendiri WhatsApp), dan William Tanuwijaya (pendiri Tokopedia asal Siantar) yang sukses berkat semangat belajar tanpa henti dan pantang menyerah. “Mereka punya satu kesamaan: terus belajar dan tidak menyerah,” tegasnya.

Related News

Ini Pesan Rico Waas Falam Penutupan Turnamen Gala Siswa Indonesia 2025 Tingkat SMP 

Redaksi

Kado Hari Jadi ke-22 Tahun Humbahas, Gubsu Bobby Nasution Sampaikan Rencana Pembangunan 2026

Redaksi

Wakil Walikota Bersama Kapoldasu Deklarasi Millenial Anti Narkoba

Redaksi