asarpua.com

Gubsu dan Komisi C DPRD Sumut Bahas Aset Pemprovsu di Jakarta

ASARPUA.com – Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bersama Wakil Ketua DPRD Sumut HT Milwan dan Komisi C DPRD Sumut mengadakan pertemuan di Anjungan Daerah Sumut Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (12/12/2018). Pertemuan tersebut membahas tentang pengelolaan sejumlah aset Pemprovsu di Jakarta.

Diawali dengan pemaparan dari Kepala Badan Penghubung Daerah (BPD) Provinsi Sumut (Provsu) Nursalim Affan Hasibuan. Kantor BPD Provsu berada di Jalan Jambu Nomor 29 Menteng Jakarta Pusat. Sedangkan Anjungan Daerah Sumut terletak di TMII yang dibangun di atas lahan seluas 10.400 m2 oleh Pemprovsu Tahun 1973. “Adapun yang menjadi aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara adalah bangunan-bangunan rumah adat sebanyak 6 unit berikut isinya. Yang kondisinya perlu renovasi,” ujar Affan.

Edy mengatakan, keadaan seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena keberadaan rumah-rumah adat yang merupakan aset budaya dari Sumut tersebut menjadi tidak tersampaikan informasinya kepada masyarakat yang berkunjung ke TMII Jakarta. Padahal, Sumut yang berbilang kaum cukup banyak memiliki kekayaan budaya.

Setelah memperoleh masukan dan berdiskusi dengan Wakil Ketua DPRD Sumut HT Milwan dan anggota Komisi C, Gubsu mengharapkan agar dibentuk tim untuk mengkaji tentang keberadaan aset Pemprovsu tersebut di Jakarta. Agar kedepannya dapat diketahui peruntukannya.

“Bentuk Tim Pengkaji yang melibatkan anggota DPRD Sumut dan pihak terkait. Biar jelas mau kita apakan aset Pemprovsu ini ke depan. Dan ini harus segera dilakukan. Benar-benar ini. Karena kita bertanggungjawab dengan masyarakat Sumatera Utara,” ujar Gubsu.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumut HT Milwan. Dikatakannya, atas nama anggota DPRD Sumut mendukung keputusan Gubsu Edy Rahmayadi terkait aset Pemprovsu tersebut. as-01)

Related News

Pemuda Harus Jadi Garda Terdepan Jaga Sumut

Redaksi

GIIAS Medan 2019, Resmi Dibuka Gubsu

Redaksi

Benteng Puteri Hijau Situs Warisan Dunia Harus Dilestarikan

Redaksi