ASARPUA.com – Kabanjahe – Debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo mengakibatkan ribuan hektar lahan warga mengalami kerusakan di empat kecamatan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan menjadi gagal panen sehingga menimbulkan kerugian bagi petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo Ir Metehsa Purba, membenarkan bahwa banyak lahan pertanian dan tanaman warga yang rusak dan terancam gagal panen akibat terpapar abu vulkanik dari erupsi Sinabung.
“Benar, banyak lahan pertanian milik warga rusak akibat terpapar abu vulkanik Gunung Sinabung. Terutama di Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Merdeka,Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Dolat Rakyat,” terangnya kepada ASARPUA.com di pondok OPAL (obor pangan lestari) di belakang Kantor Dinas Pertanian Perkebunan jln Veteran Kabanjahe, Selasa (11/08/2020) sekira pukul 09.35 WIB.
Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian kerusakan tanaman di Kecamatan Merdeka tercatat kerusakan tanaman Bawang daun seluas 365 ha, kentang seluas 46 ha, kubis seluas 23 ha, kol bunga,21,6 ha, petsa seluas,12,5 ha, wortel ,20 ha cabai besar 38 ha, cabe rawit seluas 18 ha, tomat seluas 28,6 ha seledri seluas 130 ha, terong seluas 4 ha, buncis 5,5 ha, lobak, 20 ha dan arcis termasuk juga tanaman hias dan syuran lainnya mencapai puluhan hektar.
Dikecamatan Dolat Rakyat, kerusakan tanaman bawang daun diperkirakan mencapai 50 ha, kentang, 3 ha ,kubis 5 ha, kol bunga,5 ha,wortel 15 ha,cabai besar seluas 19 ha,tomat 4 ha. seledri 3 ha,terong 4 ha, brokoli 5 ha, stroberi 8 dan tanaman hias mencapai 2 ha.
Dikecamatan Berastagi luasan tanaman yang terpapar abu vulkanik Sinabung,tanaman kentang diperkirakan mencapai 10,o ha, kentang 19,0 ha, kubis 19 ha,kol bunga 5 ha, petsai, 26,0 ha, wortel 22,5 ha,cabai besar w4,0 ha,cabai rawit 18,0 ha,tomat,26,5 ha seledri 10,0 ha selada 6,5 ha,lobak 1,5 ha krisan 1,0 ha.
Dikecamatan Naman Teran kerusakan tanaman akibat abu vulkanik, tanaman kentang seluas 191,0 ha,kubis seluas 141,0 ha,kol bunga seluas 111,0 ha,petsai seluas 137,0 ha,cabai besar seluas 192,0 ha,cabai rawit 9,0 ha,tomat 99,0 ha buncis 25,0 ha dan ubi seluas 2,0 ha.
Terkait apa upaya Pemerintah Kabupaten Karo menangani dampak debu vulkanik kerugian para petani Kepala Dinas Pertanian, Metehsa Karo- Karo belum dapat menyampaikan kesimpulan. (asarpua).
Penulis: Johni Sembiring.

