ASARPUA.com – Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu terus menunjukkan komitmennya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Pemkab Labuhanbatu mengadakan rapat kerja evaluasi pelaksanaan MBG, di Kantor Bupati Labuhanbatu, Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Selasa (13/01/2026).
Rapat evaluasi ini dipimpin Sekda Hasan Heri Rambe, selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) MBG Kabupaten Labuhanbatu, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sarimpunan Ritonga dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ikramsyah Putra Nasution. Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Dr H Asbin Pasaribu, para Asisten Setdakab, sejumlah kepala OPD, perwakilan dinas terkait, serta para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se Labuhanbatu.
Sekda Hasan Heri dalam arahannya menegaskan program MBG merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang masuk dalam agenda besar Asta Cita. Oleh karena itu, seluruh daerah, termasuk Kabupaten Labuhanbatu, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan program tersebut berjalan optimal dan sesuai ketentuan.
Ia menekankan, pelaksanaan MBG harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat.
“Ini adalah amanah besar dari presiden. Kita wajib memastikan makanan yang disajikan benar-benar higienis, bergizi dan tepat sasaran. Jangan sampai terjadi insiden seperti yang pernah muncul di daerah lain,” tegas Sekda.
Dalam rapat tersebut, sejumlah poin penting menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah rencana Pemkab Labuhanbatu untuk mengundang seluruh pengelola dapur MBG guna memastikan ketersediaan serta keakuratan data. Data tersebut akan disinkronkan dengan dinas dan lembaga terkait agar pelaksanaan program berjalan lebih tertib dan terkontrol.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan dan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh dapur pengelola MBG memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat, baik dari sisi fasilitas, kebersihan, maupun manajemen pengelolaan makanan.
Sekda juga mendorong agar bahan pangan yang digunakan diprioritaskan dari hasil produksi lokal, seperti sayur-mayur, beras, ikan dan telur. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya menjamin kesegaran bahan pangan, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Labuhanbatu.
“Kalau bisa dibeli dari daerah sendiri, jangan diambil dari luar. Supaya ekonomi masyarakat kita ikut bergerak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa seluruh dapur penyedia makanan bergizi wajib memiliki sertifikat higienitas dan memenuhi standar kebersihan yang berlaku, termasuk sertifikat halal. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi izin operasional sementara bagi dapur yang masih dalam proses melengkapi persyaratan tersebut.
Rapat evaluasi ini ditutup dengan pesan tegas Sekda Hasan Heri Rambe kepada seluruh pengelola dapur dan tim pelaksana agar menjalankan program MBG dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Kita berharap, melalui pelaksanaan yang baik dan terstandar, program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak Kabupaten Labuhanbatu,” ujar Sekda. (Asarpua)
Reporter: Martin Tarigan

