asarpua.com

Gubsu Targetkan Pemprovsu Raih Predikat A AKIP

ASARPUA.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menargetkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendapatkan predikat A dalam penilaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Untuk itu, seluruh pejabat dan piha-pihak terkait agar sama-sama berusaha mewujudkannya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutannya pada rapat penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) organisasi perangkat daerah Pemprov Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Jalan Diponegoro 30 Medan, Kamis (25/04/2019). “Ini untuk Sumut,” kata Edy Rahmayadi.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wagubsu Musa Rajekshah, Sekdaprovsu R Sabrina, OPD Pemprovsu, dan Sekda Kabupaten/Kota se Sumut. Kepada hadirin, Gubernur mengatakan agar setiap orang yang hadir dapat mewujudkan predikat tersebut.

Hal tersebut harus dilakukan karena rakyat Sumut bergantung kepada bagaimana aparatur negara bekerja. “Rakyat Sumut tergantung kita, ciptakan itu, karena saya sudah berjanji, janji adalah utang, saya akan penuhi utang tersebut,” kata Edy Rahmayadi.

Dikatakannya, aparatur sipil negara (ASN) memiliki tanggung jawab yang besar. Jabatan yang saat ini diemban ASN bisa jadi bumerang bagi setiap orang. Menurutnya hal itu adalah amanah. “Begitu besar tanggung jawab yang ada di pundak kita, tak main main,” pesannya.

Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB Muhammad Yusuf Ateh mengatakan ada 4 ciri pemerintah yang mampu mengelola pemerintahan dengan baik. Pertama, jelas tujuan dan apa yang dihasilkan, kedua memiliki ukuran kinerja, ketiga ada target, dan keempat ada hubungan antara kegiatan dengan apa yang akan dicapai.

Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan, Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kamaruddin Ak mengatakan instansi pemerintah harus menentukan tujuan dan sasaran prioritas. Menurutnya hal tersebut harus dilakukan lantaran sumber daya dan waktu untuk mencapai target terbatas. “Karena kita tahu sumber daya terbatas, kita harus memilih prioritas ,” ujarnya. (as-01)

Related News

OJK: SWI Temukan 2.974 Fintech Ilegal Baru

Redaksi

TNI di Solokuro Perkuat Kedisiplinan dan Keterampilan Pelajar

Redaksi

Bupati Sergai Lepas Kontingen Laga di Porprovsu

Redaksi