Gubsu Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana

41
Gubsu Edy Rahmayadi menjadi Irup pada Upacara Pembukaan Pelatihan ICS for IC Sekda dan Kepala BPBD Kabupaten/Kota serta Pelatihan Bintalfisdi BPBD se-Sumut Tahun 2019 di Komplek Rindam I/BB, Pematangsiantar. Rabu, (03/07/2019). (Foto. ASARPUA.com/humpes)

ASARPUA.com – Pematang Siantar – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi membuka kegiatan Pelatihan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana Bagi Pimpinan Sekretaris Daerah dan Kepala BPBD se-Sumut di Markas Resimen Induk Daerah Militer (Rindam), Pematang Siantar, Rabu (03/07/2019). Kepada seluruh peserta diingatkan tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.

“Ini adalah satu kegiatan bela negara dalam rangka menyiapkan diri menghadapi bencana. Untuk itu di sini akan dijabarkan Undang-Undang tentang kebencanaan,” ujar Gubsu usai menjadi pembina upacara.

Hadir diantaranya Sekdaprovsu R Sabrina yang juga menjadi peserta, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah, Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis, serta para Sekda dan Kepala BPBD kabupaten/kota. Seluruhnya berjumlah sebanyak 250 orang.

Menurut Gubsu penanggulangan bencana merupakan satu tugas bela negara yang harus dijalankan, khususnya pemerintahan. Karena itu, kesiapsiagaan bencana, pimpinannya (leadernya) adalah pemerintah. Pemerintah harus berada di depan dalam kesiapsiagaan bencana.

“Itu sepertinya mudah diucapkan (teori), tetapi sulit dilaksanakan. Ini perlu direncanakan dengan baik, karena begitu terjadi bencana, semua orang (yang terdampak) sedang kalut,” sebut Gubsu.

Begitu juga secara teknis, Gubsu menjelaskan bahwa pendirian posko siaga, penyiapan tempat logistik termasuk kesehatan, seluruhnya harus terkoordinasi dengan baik. Sebab kejadian bencana biasanya membuat orang kehilangan akses pangan meskipun sementara.

“Siapa berbuat apa. Itulah saat ini dilakukan pelatihan dan koordinasi kesiapan dalam penanggulangan bencana,” sebut Edy Rahmayadi, yang sekaligus menyematkan pin tanda peserta pelatihan yang akan digelar selama empat hari.

Sekdaprovsu R Sabrina menyebutkan, dirinya selaku Ketua Penanggulangan Bencana Daerah merasa penting untuk mengetahui hal-hal yang harus dilakukan. Apalagi untuk pelaksanaannya diperlukan koordinasi yang baik dalam tanggap bencana. (as-01)