Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EkbisHeadline

Pemprovsu Perkuat Tata Kelola BUMD, Dorong Profesionalisme dan Daya Saing Daerah

7
×

Pemprovsu Perkuat Tata Kelola BUMD, Dorong Profesionalisme dan Daya Saing Daerah

Sebarkan artikel ini
Pj Sekdaprovsu Sulaiman Harahap buka Bitek dan Coaching Clinic Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprovsu di Ruang Rapat I Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Rabu (20/05/2026). (Foot. Asarpua.com/diksu)
Example 468x60

ASARPUA.com – Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) berkomitmen memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui bimbingan teknis (Bimtek) Coaching Clinic. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pengelolaan perusahaan daerah yang profesional, adaptif, transparan, dan berdaya saing.

Komitmen tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Sulaiman Harahap saat membuka Bimtek Coaching Clinic BUMD Provinsi Sumut di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro 30, Medan, Rabu (20/05/2026).

Example 300x600

“BUMD memiliki peranan penting dalam mendukung pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujar Sulaiman.

Menurutnya, BUMD tidak hanya dipandang sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan daerah yang harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sulaiman menegaskan, BUMD dituntut menjadi perusahaan daerah yang sehat, produktif, kompetitif, serta responsif terhadap perkembangan zaman, termasuk menghadapi tantangan transformasi digital, perubahan regulasi, dan meningkatnya tuntutan pelayanan publik.

“Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, pengelolaan BUMD tidak dapat lagi dilakukan dengan pola kerja biasa-biasa saja. Dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, kemampuan analitis, kepemimpinan yang kuat, serta pemahaman yang baik terhadap tata kelola perusahaan yang sehat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pengelola BUMD untuk terus membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, inovatif, disiplin, serta berbasis data dan kinerja.

Menurutnya, BUMD tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan optimal, membuka lapangan kerja, memperkuat sektor-sektor strategis daerah, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin BUMD di Sumut akan semakin mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang kuat dan kompetitif,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Widyasuara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut Hironymus Ghodang hadir sebagai narasumber dengan materi Profesionalisme ASN dalam Tata Kelola BUMD.

Ia menyampaikan, BUMD saat ini menghadapi tantangan besar di era digital, mulai dari persaingan yang semakin ketat, perubahan yang cepat, hingga meningkatnya ekspektasi publik.

Selain itu, pola kerja juga mengalami perubahan. Menurutnya, BUMD tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus sehat secara finansial, kuat dalam tata kelola, dan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

“ASN yang profesional dan adaptif menjadi kunci utama keberhasilan transformasi BUMD. Oleh karena itu, yang harus dioptimalkan di sebuah BUMD di antaranya software, hardware, netware, dataware, dan brainware,” katanya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala BPSDM Sumut Agustinus Panjaitan, serta jajaran direksi BUMD se-Sumut yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. (Asarpua)

Example 300250
Example 120x600