ASARPUA.com – Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Aksi Daerah untuk Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (RAD PP ATS), Senin (26/10/2026), di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bappeda, Komplek Kantor Bupati, Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat.
FGD tersebut dibuka Kepala Bappeda Labuhanbatu Nelson Bangun, dan menghadirkan 2 narasumber, yakni Dr Paidi SE MSi dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan Oktavia Siska Yanti SH MSi, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Provinsi Sumatera Utara. FGD ini diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Penyusunan RAD PP ATS merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Regulasi tersebut menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing,” kata Kepala Bappeda.
Nelson Bangun berharap, melalui FGD tersebut, persoalan anak tidak sekolah di Kabupaten Labuhanbatu dapat dipetakan secara menyeluruh dan dituangkan dalam dokumen rencana aksi yang terarah, terukur, serta dilaksanakan secara bertahap.
“Dari kegiatan FGD ini, kita berharap kondisi Anak Tidak Sekolah di Labuhanbatu dapat terpetakan dengan baik dan tersusun dalam dokumen RAD. Selanjutnya, masalah itu dapat kita tindak lanjuti secara bertahap, termasuk terhadap anak-anak yang belum terdata dalam Dapodik maupun data Kementerian Agama, sehingga permasalahan ATS dapat ditangani secara menyeluruh,” harapnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Labuhanbatu telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tim Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Tim ini melibatkan sejumlah OPD dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu untuk memperkuat koordinasi dalam pendataan, pencegahan, serta penanganan anak tidak sekolah, sekaligus memastikan terpenuhinya hak anak memperoleh pendidikan.
FGD dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi bersama Pj Sekretaris Daerah Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan serta para peserta. Melalui forum ini, Pemkab Labuhanbatu berharap lahir strategi yang tepat dan kolaboratif agar tidak ada anak yang terabaikan dari akses pendidikan. (Asarpua)
Reporter: Martin Tarigan












