Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EkbisHeadlineNasional

OJK Dorong Generasi Muda Penggerak Pasar Modal, Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu di Lampung

5
×

OJK Dorong Generasi Muda Penggerak Pasar Modal, Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu di Lampung

Sebarkan artikel ini
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi. (Foto. Asarpua.com/humas)
Example 468x60

ASARPUA.com – Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat basis investor domestik melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal, khususnya di kalangan generasi muda yang diharapkan menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia ke depan.

“Yang paling menggembirakan, mayoritas investor tersebut berasal dari kelompok usia
muda. Tidak kurang dari 54 persen investor Pasar Modal Indonesia berusia di bawah 30
tahun. Artinya generasi muda, termasuk adik-adik mahasiswa, akan menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia sekarang dan di masa depan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Kuliah Umum di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Selasa ( 19/05/2026).

Example 300x600

Acara ini merupakan bagian dari Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT)
2026 di Bandar Lampung yang digelar 18-19 Mei 2026.

Menurut Hasan, hingga 5 Mei 2026 jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai
sekitar 26,7 juta investor. Sementara itu, jumlah investor pasar modal di Provinsi
Lampung tercatat mencapai sekitar 614 ribu investor dan menempatkan Lampung pada
peringkat kesembilan nasional.

Menurut Hasan, di tengah perkembangan teknologi digital dan ketidakpastian global,
masyarakat perlu memiliki pemahaman investasi yang memadai agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.

Hasan juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, tingkat literasi Pasar Modal Indonesia baru mencapai 17,78 persen.

“Nah tentu PR kita bersama, karena tingkat literasi yang masih terbatas, maka akan ada
celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk menawarkan investasi bodong atau investasi palsu maupun melakukan tindakan
penipuan,” kata Hasan.

Hasan juga menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan keuangan digital yang berkembang pesat saat ini.

“Kalau ada tawaran investasi, periksa dulu legal atau tidak. Apakah pihak yang
menawarkan memiliki izin? Apakah produknya terdaftar di OJK atau otoritas terkait? Kemudian yang kedua, logis atau tidak. Kalau imbal hasil yang ditawarkan terlalu tinggi, terlalu muluk, dan tidak masuk akal, maka kita harus waspada,” ujar Hasan.

Sementara itu, perwakilan Gubernur Provinsi Lampung, Asisten Bidang Administrasi
Umum Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sulpakar menyampaikan apresiasi kepada
OJK dan Universitas Malahayati atas penyelenggaraan kegiatan edukasi pasar modal bagi generasi muda.

“Di tengah perkembangan ekonomi global dan transformasi digital yang berlangsung
sangat cepat, generasi muda dituntut memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan literasi yang kuat, termasuk literasi keuangan,” kata Sulpakar saat membacakan sambutan Gubernur Lampung.

Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, investasi, dan pasar modal akan menjadi semakin penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan ekonomi secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.

Sulpakar juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan
praktik keuangan yang merugikan masyarakat.

“Kemudahan akses investasi saat ini harus diimbangi dengan pemahaman yang benar
agar masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak mudah terjebak pada investasi
ilegal.

Sekali lagi saya ulang, mahasiswa tidak mudah terjebak pada investasi ilegal
ataupun pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan,” kata
Sulpakar.

Sementara itu, Rektor Universitas Malahayati Muhammad Kadafi mengatakan bahwa
pasar modal kini memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi dan
penguatan pembangunan daerah.

“Pasar modal hari ini bukan lagi hanya milik pemain besar. Pasar modal sekarang menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan juga kemandirian daerah,” ujar Muhammad Kadafi.

Kadafi juga menilai literasi keuangan dan pemahaman investasi menjadi kebutuhan
penting bagi generasi muda di tengah perkembangan ekonomi saat ini.

“Ini menjadi motivasi besar bagi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan
memahami dunia investasi serta sektor keuangan Indonesia,” kata Muhammad Kadafi.

SEPMT 2026 di Provinsi Lampung dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan dengan menargetkan peserta dari berbagai kalangan, antara lain:

1. Sosialisasi Penerbitan Obligasi/Sukuk Daerah kepada Pemda se-Sumatera Bagian
Selatan sebagai upaya pendalaman materi terhadap pemanfaatan Pasar Modal sebagai
pembiayaan pembangunan daerah.

2. Sosialisasi Perdagangan Karbon di Bursa Karbon yang dihadiri oleh berbagai Lembaga Jasa Keuangan, KADIN, dan tenaga pendidik.

3. Kuliah Umum Universitas Malahayati yang menghadirkan sebanyak 1.500 mahasiswa
untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi di Pasar Modal serta perlindungan
investor.

4. Sosialisasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2 dan 3 Tahun 2026 secara Hybrid.

6. Media Gathering bersama wartawan lokal di Kota Bandar Lampung untuk membahas isu terkini mengenai Pasar Modal. (asarpua)

Penulis: Serasi Sembiring

Example 300250
Example 120x600