Tak Capai Target Kinerja Kepala BPPRD Kota Medan Dipertanyakan

59
Kepala BPPRD Kota Meďan Drs zulkarnain MSi. (Foto. ASARPUA.com)

ASARPUA.com – Medan – Pemko Medan melalui  Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan sampai dengan 31 Desember 2018  hanya mampu merealisasikan pajak daerah  sebesar Rp.1.316 miliar lebih atau 93,44%  dari target yang ditetapkan dalam  Tahun Anggaran 2018 yakni sebesar Rp.1.408 miliar alias tidak mencapai target. Akibatnya banyak spekulai berkembang kalau jabatan Kepala BPPRD Kota Medan “tidak aman”.

Realisasi pajak daerah itu bersumber dari 8 jenis pajak daerah yakni pajak hotel, restoran, hiburan, pajak penerangan jalan (PPJ), parkir, air bawah tanah (ABT), pajak bumi bangunan (PBB) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Dari 8 jenis sumber pajak itu, realisasi  pajak daerah yang berasal dari 5 jenis pajak mengalami kenaikan yang cukup signifikan seperti pajak hotel, target Rp.117 miliar, realisasi 119,6 miliar. Kemudian pajak restoran, target Rp.170 miliar, realisasi Rp.172,6 miliar. Lalu, pajak hiburan, target Rp.43 miliar, realisasi 43,077 miliar.

Selanjutnya pajak penerangan jalan, target Rp.244,7 miliar, realisasi Rp.278,1 miliar. Berikutnya, pajak parkir, target  Rp.22 miliar, realisasi Rp.22,2 miliar serta PBB dengan target Rp.454 miliar dan realisasinya Rp.382,4 miliar. “Untuk pajak BPHTB dan ABT, realisasinya  mengalami penurunan dibandingkan target yang ditetapkan maupun realisasi tahun 2018,” kata Kepala BPPRD Kota Medan Zulkarnain di Medan, Jumat (11/01/2019).

Zukarnain menjelaskan, BPHTB ditargetkan Rp.339,9 miliar namun yang berhasil terealisasi Rp.275,7 miliar. Realisasi ini pun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sebab realisasi pajak daerah dari BPHTB tahun 2017 sebesar Rp.401,6 miliar.  Begitu juga dengan ABT, targetnya tahun 2018 sebesar Rp.13 miliar namun yang terealisasi  hanya Rp.11,1 miliar. “Realisasi  ABT tahun 2018 juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 dengan capaian realisasi Rp.12,2 miliar,” jelasnya.

Berdasarkan hasil paparan realisasi pajak daerah yang disampaikan itu, Zulkarnain menyimpulkan, ada lima jeni pajak daerah yang  realisasinya  mencapai 100% yakni pajak hotel, restoran. Hiburan, PPJ dan parkir. Sedangkan sisanya tiga jenis pajak daerah lagi yaitu BPHTB, PBB dan ABT, realisasinya sampai akhir tahun 2018 tidak mencapai 100%.

Zulkarnaikan mengungkapkan, tidak tercapainya realisasi pajak daerah dari jenis pajak BPHTB  akibat tidak adanya tercatat transaksi pertanahan/properti dalam skala besar selama tahun 2018 sebagaimana yang terjadi pada tahun 2017. Di samping itu juga terjadinya penurunan transaksi pertanahan/properti sepanjang tahun 2018.

Sedangkan untuk PBB bilang Zulkarnain, penyebab tidak tercapainya target  disebabkan realtif masih banyaknya wajib pajak PBB yang belum membayarkan PBB-nya sepanjang tahun 2018. Kemudian akibat masih kurangnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat  untuk membayar PBB tepat waktu.

Dikatakan Zulkarnain, tahun 2018, pihaknya telah memasang 100 unit tapping box sebagai alat elektronik untuk memantau dan mengawasi pelaporan SPT Bulanan pajak daerah oleh wajib pajak.  Di tahun 2019 pemasangan tapping box akan terus dilakukan yang pengadaannya bekerjasama dengan Bank Sumut. (as-01)