asarpua.com

Wisata Kampung Pelangi Semarang Ternyata tak Seindah Pelangi

ASARPUA.com – Semarang – Dulunya, Kawasan di Bukit Brintik dikenal kumuh dan jauh dari kesan menarik. Namun seiring waktu Pemko Semarang menata wilayah ini menjadi bersih dan menarik menjadi daerah tujuan wisata. Penataan Kampung Pelangi disertai dengan normalisasi Kali Semarang, yang ada disebelahnya dan pembenahan pusat kuliner hingga taman pandang bernama Taman Kasmaran.

Namun kunjungan kita, Rabu (28/11/2018) ke Kampung Pelangi yang sudah dikenal turis lokal bahkan sampai mancanegara itu tidak seindah pelangi. Apa pasal. Ternyata setelah berusia dua tahun tidak ada lagi penataan dan pembenahan berkelanjutan.Kesan kusam mendekati kumuh kembali muncul.

Pantauan awak wartawan, kondisi cat rumah warga yang sebelumnya dihiasi cat warna-warni kini sudah memudar, tak seceria dan seindah  Kampung Pelawi sebagai daerah tujuan wisata (DTW) terkesan dipaksakan.

Banyak pengunjung yang kecewa saat tiba dilokasi. Dampaknya, stand kuliner yang telah dibangun Pemko Semarang itu sepi pengunjung. Kios kios banyak yang tutup tak ada pengunjung

“Ya wajar sudah memudar, soalnya sudah 2 tahun berlalu. Masalah apakah akan dianggarkan pemerintah kembali untuk dicat, kita belum tahu,” kata Edo pengelola kios yang ditemui di lokasi

Terpisah, salah satu pedagang bunga, Suci (43) yang berjualan di daerah Kampung Pelangi mengatakan bahwa sejak tahun 1975 sudah banyak pedagang bunga, hanya saja agar tidak merusak estika, Pemko Semarang melakukan penataan dengan membangun toko permanen berukuran 2×3 meter diatas pedestrian jalan untuk pedagang bunga dan juga warung kuliner.

“Pemko Semarang hanya mengutip retribusi sebesar Rp.3000 dan itu tidak memberatkan kami para pedagang,” katanya.

Pemilik Toko Bunga Pandan Arum ini mengatakan bahwa lokasi yang dimilikinya merupakan warisan orangtuanya sejak dulu.

“Sejak ada Kampung Pelangi jadi banyak wisatan lokal dan luar negeri yang berkunjung sehingga menghidupkan UKM mereka,” tambah Suci.

Senada, Indah pemilik Toko Bigunia 1 mengatakan sehari penjualan berkisar 500 ribu per hari.

“Pendapatan itu bersumber dari penjualan bunga-bunga, dekorasi ruangan, penjualan poster (papan bunga,red), pot bunga dan pupuk,” urainya.

Sementara, Kabag Humas Pemko Medan Ridho Nasution yang diwakili Kasubbag Humas Pemko Medan, Hendra Tarigan S.Sos saat ditanya tujuan mengunjungi Kampung Pelangi mengatakan, apa yang dilakukan Pemko Semarang dapat menjadi inspirasi dan diadopsi Pemko Medan untuk diterapkan Kota Medan.

“Seperti kita lihat tadi di Kampung Pelangi, awalnya daerah kumuh di pinggiran sungai yang kotor dan rawan tindak kriminal berhasil diubah menjadi kawasan yang sangat menarik dan menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Semarang. Jadi yang baik-baik ini bisa ditiru, karena ada kawasan-kawasan kumuh di Kota Medan yang penanganannya bisa ditiru seperti ini.

Lanjut Hendra, apa lagi dengan adanya Sentra Batik Medan yang diperkenalkan Ketua TPPK Hj Maharani dapat meniru tindakan Kampung Batik Semarang untuk mendatangkan wisatawan. (as-01

Related News

Mendagri Buka Rakernas XIV APEKSI 2019 Di Semarang

Redaksi

Walikota Hadiri Welcome Dinner Rakernas XIV APEKSI

Redaksi

Ketum APEKSI Tertarik Produk Unggulan Pemko Medan

Redaksi