ASARPUA.com – Medan – Produk minyak Karo dan madu menjadi dua komoditas unggulan yang paling diminati pengunjung di Stan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumatera Utara (Sumut)pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026.
Petugas stan Disperindag ESDM Sumut, Rafli Anshori dan Deo Volente Waruwu, mengatakan kedua produk tersebut mencatat penjualan setiap hari selama penyelenggaraan PRSU.
“Yang paling banyak dicari pengunjung adalah minyak Karo dan madu. Hampir setiap hari ada yang membeli,” ujar Rafli di stan Disperindag ESDM Sumut.
Menurutnya, transaksi penjualan di stan Disperindag ESDM Sumut rata-rata mencapai sedikitnya Rp300 ribu per hari. Selain minyak Karo dan madu, stan tersebut juga menawarkan berbagai produk UMKM binaan dari berbagai daerah di Sumut.
Minyak Karo dijual seharga Rp60 ribu per botol. Produk herbal tradisional yang dibuat dari minyak kelapa dan rempah-rempah khas Tanah Karo itu dikenal masyarakat memiliki beragam manfaat, mulai membantu meredakan pegal linu, nyeri sendi, terkilir, masuk angin, luka ringan, hingga gigitan serangga.
Sementara madu dipasarkan dengan harga mulai Rp100 ribu ukuran 450 ml dan 500 ml (kemasan botol dan jerigen plastik kecil) hingga Rp200 ribu, tergantung ukuran kemasan. Produk madu tersebut berasal dari Wisata Petik Madu di Jalan Tritura, Medan, yang juga dikenal sebagai pusat edukasi perlebahan.
“Selain menjual madu murni, pelaku usaha Wisata Petik Madu juga menyediakan berbagai produk turunan lebah,” kata Deo Volente. Produk turunan dimaksud seperti royal jelly, bee pollen, propolis, lilin lebah (beeswax), madu fermentasi, hingga cuka madu.
“Pengunjung juga dapat mengikuti wisata edukasi, pelatihan budidaya lebah, serta terapi sengat lebah,” tambahnya.
Tak hanya itu, Stan Disperindag ESDM Sumut turut menghadirkan beragam produk UMKM lainnya, seperti kopi arabika, aneka rendang, peyek kacang andaliman, keripik, stik keju, tas, sandal, aksesori, hingga berbagai produk kerajinan tangan khas Sumut. “Semuanya dari mitra binaan Disperindag,” katanya.
Keberagaman produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung PRSU 2026 sekaligus menjadi sarana promosi bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. (Asarpua)














