EkbisHeadline

Kepala OJK Sumut: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sumut Tumbuh Positif 

6
×

Kepala OJK Sumut: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sumut Tumbuh Positif 

Sebarkan artikel ini
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito. (Foto. Asarpua.com/huas)

ASARPUA.com – Medan – Sektor jasa keuangan di Sumatera Utara menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada pertengahan tahun 2026. Berdasarkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara per Juli 2026, total aset bank umum konsolidasi mencapai Rp371,1 triliun dengan pertumbuhan 3,33% secara year-on-year (YoY).

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, mengungkapkan bahwa pertumbuhan positif ini tercermin dari berbagai indikator utama sektor perbankan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp345,6 triliun, tumbuh 4,29% YoY.

Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp332,6 triliun dengan pertumbuhan yang lebih tinggi sebesar 7,07% YoY.

“Kredit tumbuh lebih tinggi dibandingkan aset dan DPK, yaitu sebesar 7,07% YoY menjadi Rp332,6 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa perbankan masih aktif menyalurkan pembiayaan ke masyarakat dan dunia usaha”.

Demikian disampaikan Kepala OJK  provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito dalam acara Media Talk  mengusung tema Sektor Jasa Keuangan Tumbuh, Literasi dan Inklusi Keuangan Menguat di Sumatera Utara, di Kantor OJK Sumut, Selasa (22/09/2026).

Meskipun pertumbuhan kredit menunjukkan tren positif, Triyoga mengakui masih terdapat tantangan pada segmen tertentu. Non-Performing Loan (NPL) bank umum berada di level 1,96% per Juni 2026, naik tipis 4 basis poin dari periode sebelumnya. Angka Loan at Risk (LAR) tercatat 6,3%, naik 16 basis poin YoY.

“Kenaikan ini tetap perlu dipantau, namun secara umum kualitas kredit masih berada pada level yang terkendali,” tegasnya. Sementara itu, kredit UMKM Bank Umum di Sumut mengalami penurunan sebesar 1,77% YoY dari Rp81,9 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp80,4 triliun pada Juli 2026.

Triyoga menjelaskan bahwa perlambatan ini perlu menjadi perhatian khusus. “Artinya, penyaluran kredit ke segmen UMKM belum tumbuh seperti segmen lainnya dan masih perlu didorong lebih kuat,” ungkapnya.

Struktur kredit Bank Umum Sumut masih didominasi oleh korporasi sebesar 47%, disusul konsumtif 29%, dan UMKM 24%. Porsi UMKM yang masih sekitar seperempat dari total kredit menunjukkan bahwa potensi risiko kredit masih ada, tetapi pergerakannya belum menunjukkan tekanan besar.

Sementara diluar sektor perbankan, industri keuangan non-bank juga mencatatkan pertumbuhan yang impresif. Perusahaan Pembiayaan (PVML) mencatat PYD (Piutang Yang Dapat Dicairkan) sebesar Rp24,1 triliun per Juni 2026, tumbuh 5,92% YoY dengan NPF (Non-Performing Financing) di level 2,90%.

Yang paling mencolok, pembiayaan modal ventura melonjak drastis sebesar 45,17% YoY dari Rp489,8 miliar menjadi Rp711,1 miliar. Namun, Triyoga mengingatkan bahwa di sisi ini, NPF juga naik signifikan menjadi 6,37%. “Pembiayaan modal ventura tumbuh cukup tinggi dari Rp489 miliar menjadi Rp711,1 miliar, atau naik 45,17% YoY.

Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas pembiayaan modal ventura di Sumut meningkat signifikan. Di sisi lain, NPF juga naik menjadi 6,37%, sehingga ekspansi pembiayaan perlu diimbangi dengan penguatan manajemen risiko,” paparnya.

Sementara itu, pembiayaan fintech lending meningkat dari Rp3,08 triliun menjadi Rp3,97 triliun, tumbuh 29,1% YoY. Tingkat Wanbayar Per Minggu (TWP) naik menjadi 1,77% atau meningkat 22 basis poin YoY.

“Namun, TWP naik menjadi 1,77%, sehingga kualitas pinjaman tetap perlu dipantau agar pertumbuhan tidak diikuti kenaikan risiko yang lebih besar,” tambahnya.

Sementara dana asuransi dan pensiun menunjukkan tren positif. Premi asuransi jiwa naik 55,7% YoY menjadi Rp6.165,70 miliar per Mei 2026. Namun, klaim juga naik signifikan sebesar 75,31% YoY menjadi Rp4.592,80 miliar.

“Kinerja asuransi jiwa Sumut meningkat, dengan premi naik menjadi Rp6.165,7 miliar atau tumbuh 55,7% YoY. Di saat yang sama, klaim juga naik menjadi Rp4.592,8 miliar atau tumbuh 75,31% YoY, sehingga peningkatan klaim tetap perlu dicermati seiring pertumbuhan premi,” jelas Triyoga.

Untuk asuransi umum, premi naik tipis 2,25% menjadi Rp937,4 miliar, sementara klaim melonjak 56,2% menjadi Rp694,1 miliar.“Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena beban klaim meningkat di tengah peningkatan tips premi,” ujarnya.

Investasi dana pensiun tercatat sebesar Rp1.267,9 miliar per Juli 2026, tumbuh 1,95% YoY. (Asarpua)

Penulis: Serasi Sembiring