EkbisHeadline

Sumut Catat Penggunaan Listrik EBT 46%, Pemprov Dorong Investasi Energi Ramah Lingkungan

2
×

Sumut Catat Penggunaan Listrik EBT 46%, Pemprov Dorong Investasi Energi Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Pemprovsu melalui Disperindag melakukan Konferensi Pers terkait stabilitas harga bahan pokok di Sumut, Kegiatan yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut ini berlangsung di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubsu Jalan Diponengoro 30 Kota Medan. Kamis (10/09/2026). (Foto. Asarpua.com/diksu)

ASARPUA.com – Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus mendorong penggunaan listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus mempermudah investasi di sektor energi ramah lingkungan. Pada 2025, penggunaan listrik EBT di Sumut tercatat mencapai 46%, menjadikan Sumut sebagai salah satu provinsi dengan penggunaan listrik EBT terbesar di Indonesia.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut Yosi Sukmono saat konferensi pers di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (10/09/2026).

“Kita salah satu yang terbesar penggunaan listrik EBT, 46 persen, itu termasuk pembangkit listrik air, uap, panas bumi, biomassa dll, kita akan terus dorong penggunaan energi yang ramah lingkungan,” kata Yosi.

Menurut Yosi, salah satu upaya yang dilakukan Pemprovsu untuk meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan adalah dengan mempermudah masuknya investasi ke Sumut. Langkah tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubsu dalam mendorong pengembangan energi ramah lingkungan.

“Bukan hanya energi sebenarnya, kita terus berupaya mempermudah investasi, melakukan akselerasi agar investor lebih nyaman berinvestasi ke Sumut,” kata Yosi.

Kepala Bidang Hidrogeologi, Mineral dan Batubara Hasan Basri menambahkan, pembangkit listrik EBT di Sumut tersebar di berbagai daerah. Pemprovsu juga terus mengidentifikasi dan mengembangkan potensi energi ramah lingkungan lainnya.

“Kita masih terus melihat potensi-potensi yang ada dan mencoba terus mengembangkannya energi ramah lingkungan,” kata Hasan. (Asarpua)