Tinjau Pusat Pasar Medan, Gubsu Minta TPID Terus Awasi Harga

29
Gubsu Edy Rahmayadi meninjau stok kebutuhan pokok di Pusat Pasar Medan, Rabu (5/12/2018). Gubsu mengatakan bahwa stok kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru dalam kondisi aman dan harga yang masih stabil. (Foto. ASARPUA.com/humpes)

ASARPUA.com – Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengharapkan agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut terus mengawasi harga berbagai barang  kebutuhan pokok. Terutama menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019

Hal tersebut disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi saat meninjau harga dan ketersediaan sejumlah bahan pokok Pusat Pasar Medan, Rabu (05/12/2018). Pada peninjauan, Gubsu bersama Sekjen Kementerian Perdagangan RI  Karyanto Suprih didampingi Kadis Perindag Provsu Alwin Sitorus, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu Dahler Lubis, Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu Azhar Harahap dan Karo Bina Perekonomian Setdaprovsu Ernita Bangun dan sejumlah pejabat Pemko Medan.

Selain itu, Edy Rahmayadi juga mengajak awak media juga turut menjaga kestabilan harga tersebut. “Harus sama-sama kita jaga, termasuk wartawan ini untuk menjaga ini semua. Kalau ada hal-hal yang kurang tertangani, kurang terdeteksi. Inilah intelijen-intelijen wartawan ini,” katanya.

Disampaikan juga, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sebagai pelayan masyarakat akan melakukan yang terbaik untuk masyarakatnya, baik pedagang maupun konsumen. Edy juga menyebutkan kestabilan harga ditandai dengan terjadinya deflasi di November 2018 sekitar 0,51 persen. “Sumut terus menjaga angka inflasi dengan harapan berada dibawah angka nasional agar daya beli masyarakat tetap bagus,” sebut Edy.

Hasil pantauan di Pusat Pasar Medan, misalnya untuk harga cabai merah turun dari Rp20.000 per kg menjadi Rp17.000 per kg dan daging stabil Rp110.000 per kg.Harga beras juga stabil di kisaran Rp10.500 hingga Rp12.500 per kg. “Harga cabai merah memang turun terus atau terakhir Rp17.000  dari Rp30.000 bahkan sempat Rp40.000 per kg. Kemungkinan ini karena banyaknya pasokan dari Karo,” ujar pedagang Chaidir, yang kiosnya disambangi tim. (as-01)