Edy Rahmayadi Ungkap Kondisi Persepakbolaan Indonesia kepada Wartawan

42
Gubsu Edy Rahmayadi bersilaturahmi dengan Insan Pers di Ruang Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubsu, Rabu (5/12/2018). (Foto. ASARPUA.com/humpes)

ASARPUA.com – Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang juga Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengungkapkan kondisi realitas persepakbolaan Indonesia kepada wartawan, pada acara Silahturahmi Insan Pers dengan Gubernursu di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu Jalan Diponegoro 30 Medan, Rabu (05/12/2018).

Berdasarkan data tahun 2016, Belanda memiliki 1.200.000 pemain dari 16.700.000 jiwa penduduk. Spanyol memiliki 4.100.000 dari 46.800.000 jiwa. Jerman memiliki 6.300.000 pemain dari 80.700.000 jiwa penduduk. Thailand 1.300.000 pemain dari 64.600.000 jiwa penduduk. Singapura memiliki 190.000 dari 4.500.000 jiwa. Sementara Indonesia hanya memiliki pemain sebanyak 67.000 dari 250.000.000 jiwa.

Selain itu, jumlah pelatih yang dimiliki Indonesia data tahun 2016. Spanyol memiliki 22.000 pelatih, Jerman 28.668 pelatih, Thailand memiliki 1.100 pelatih, Malaysia memiliki 1.810 pelatih, Singapura memiliki 170 pelatih dan Indonesia memiliki 197 pelatih.

Sementara untuk kepemilikan wasit juga Indonesia dikatakannya masih minim. Spanyol memiliki 47 wasit, Jerman 43, Belanda 41, Thailand 19, Malaysia 26, Singapura 15, Vietnam 19 dan Indonesia hanya memiliki 5 orang wasit. “Itu pun saat ini yang aktif tinggal 2 wasit,” ungkapnya.

Menurutnya, Spanyol memiliki 109 stadion berstandar FIFA, Belanda 45 stadion standar FIFA dan 1.450 lapangan artifisial. Jerman 42 stadion standar FIFA dan 1.080 lapangan artifisial, Singapura memiliki 21 stadion standar FIFA dan Indonesia hanya memiliki 2 stadion standar FIFA dan 23 lapangan yang layak pakai. “Stadion Teladan yang kita bangga-banggakan itu, tidak masuk dalam lapangan yang layak pakai itu,” kata Edy.

Dalam kesempatan itu, Edy juga meminta agar wartawan jangan lagi membuat berita yang tanpa dasar apalagi membully. “Tolong jangan lagi dibully-bully saya. Kalau mau beritakan. Beritakanlah ini,” ujar Edy.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menambahkan, bahwa dalam kondisi serba terbatas tersebut, PSSI berhasil mengukir beberapa prestasi. Bahkan, prestasi PSSI yang diraih pada tahun 2018, beberapa di antaranya ada yang baru pertama kali diraih sejak pertama kali PSSI berdiri.(as-01)