ASARPUA.com – Medan – Walikota Medan Rico Waas menyiapkan layanan pengaduan masyarakat melalui WhatsApp berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Melalui sistem ini, warga nantinya dapat melaporkan berbagai persoalan perkotaan, mulai dari jalan rusak, lampu jalan mati, banjir, hingga masalah kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan tanpa harus mengunduh aplikasi baru.
Gagasan tersebut disampaikan Walikota Medan Rico Waas saat membawakan orasi ilmiah bertajuk Pemerintah Digital dan Masa Depan Tata Kelola Perkotaan pada Dies Natalis ke-46 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, Rabu (04/11/2026). Orasi berlangsung di Ruang Serbaguna FISIP USU.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor USU Bidang SDM, Keuangan, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., M.S.P., Staf Ahli Walikota Medan Adlan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia Naution, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Benny Iskandar.
Rico Waas menjelaskan, layanan WhatsApp AI tersebut dirancang agar masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan pemerintah melalui kanal yang sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari. Ia tidak ingin masyarakat dibebani keharusan mengunduh aplikasi baru yang belum tentu digunakan secara berkelanjutan.
“Saya enggak mau bikin aplikasi baru. Kalau kita bikin aplikasi baru, nanti masyarakat hanya akan menambah aplikasi di dalam handphone-nya yang belum tentu dipakai,” ujarnya di hadapan para dosen, alumni, mahasiswa FISIP itu.
Melalui sistem yang sedang dikembangkan Dinas Kominfo Medan itu, lanjutnya, laporan warga akan dipahami menggunakan teknologi pemrosesan bahasa alami. AI kemudian mengidentifikasi persoalan dan meneruskannya secara otomatis kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang berwenang menanganinya.
Laporan mengenai jalan rusak, misalnya, akan diteruskan kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi. Sementara itu, pengaduan terkait kesehatan akan diarahkan kepada Dinas Kesehatan. Masyarakat juga nantinya dapat menerima pemberitahuan mengenai perkembangan penanganan laporan.
Ia mengatakan sistem itu masih dalam tahap pengembangan dan pengujian. Pemko Medan menargetkan layanan WhatsApp AI dapat diluncurkan pada Desember 2026. Ia berharap teknologi tersebut tidak sekadar memberikan jawaban otomatis, tetapi juga mampu berkomunikasi secara alami dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, layanan pengaduan tersebut menjadi bagian dari gagasan besar membangun pemerintahan digital yang terintegrasi. Ia menyoroti banyaknya aplikasi yang dikembangkan masing-masing OPD sehingga pengelolaan data dan pelayanan masih berjalan sendiri-sendiri.
“Kita harus gabungkan jadi satu. Saya enggak mau sendiri-sendiri. Semuanya harus terintegrasi,” tegasnya. (Asarpua)












