asarpua.com

Presiden Jokowi Berharap Pendamping Desa Sumut Bangun SDMDesa

ASARPUA.COM – Deli Serdang – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo berharap agar petugas pendamping desa di Sumatera Utara (Sumut) dapat membangun sumber daya manusia (SDM) desa binaannya.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat bertemu dengan ribuan pendamping desa dari seluruh Sumut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kantor Bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam, Senin (08/10/2018). Gubsu Edy Rahmayadi bersama Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis turut mendampingi Presiden.

Setelah membangun infrastruktur diharapkan semua pihak termasuk pendamping desa dapat membangun manusia desa. Menurut dia, pemerintah selama 3 tahun fokus pada pembangunan infrastruktur desa. “Dana desa bukan hanya untuk membangun infrastruktur, sudah saatnya kita membangun manusianya, kita ingin manusia Indonesia sudah sehat sejak dalam kandungan,” ujarnya.

Sejak tahun 2015 hingga 2017 kata Jokowi, ada anggaran dana sebesar Rp187 triliun untuk dana desa. Dana tersebut diharapkan Jokowi dapat digunakan sebaik-baiknya. “Saya titip dana yang seperti ini harus tepat sasaran. Oleh sebab itu, ada pendamping desa. Banyak negara mau belajar dengan kita apa itu dana desa, bagaimana pengelolaanya, manfaatnya, apa efeknya,” ujarnya.

Dulu perputaran ekonomi hanya ada di Jakarta dan kota-kota besar, kata Jokowi.   Dengan kata lain, desa jadi terlupakan. Untuk itu, dana desa akan bermanfaat untuk rakyat desa. Tentunya, dana desa harus benar-benar bermanfaat.

“Pembangunan desa tidak boleh setengah- setengah dan tidak boleh basa basi, ini harus betul bermanfaat, ada pembangunan irigasi, jembatan, dan saya ingatkan agar barang-barang itu pembeliannya di desa dan sekitarnya, agar perputaran uang di desa jadi besar,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Puan Maharani mengatakan sesuai arahan presiden, pendampingan desa dan pengawasannya terus ditingkatkan. Tahun depan, anggaran desa ditingkatkan dari Rp60 triliun menjadi Rp73 triliun. “Kualitas pekerja pendamping desa kami perbaiki dari tadi yang di pusat dan dialihkan diProvinsi, hingga diseleksi menggunakan sistem online,” katanya. (as-01)

Related News

Gubsu Minta Kembangkan Inovasi Teknologi Pertanian

Redaksi

Gubsu Ajak Pengunjukrasa Dialog, Terkait Alih Fungsi Kawasan Hutan

Redaksi

Gubsu Dampingi Menko Perekonomian Tinjau Inalum dan Kuala Tanjung

Redaksi