Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlinePolitik

Peduli PAD, Lailatul Badri Ajak Sesama Anggota DPRD Medan Bentuk Pansus Reklame

3
×

Peduli PAD, Lailatul Badri Ajak Sesama Anggota DPRD Medan Bentuk Pansus Reklame

Sebarkan artikel ini
Lailatul Badri Anggota DPRD Medan, Komisi IV. (Foto. Asarpua.com/dok.taniadepari)
Example 468x60

ASARPUA.com – Medan – Karena kepeduliannya dan upaya menekan kebocoran pada pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan Anggota Komisi IV DPRD Medan Lailatul Badri ajak sesama rekannya di DPRD Medan bergabung membentuk Panitia Khusus (Pansus) Reklame. Dengan terbentuknya Pansus dipastikan dapat meningkatkan dan meminimalisir kebocoran PAD Kota Medan dari retribusi reklame.

“Kawan kawan, ayo kita bentuk Pansus Reklame. Saya kira sangat tepat bila kita bentuk Pansus guna menyoroti keberadaan reklame di Kota Medan yang berdiri semrawut,” ajak Lailatul Badri di Gedung DPRD Medan Jalan Kapten Mailana Lubis Medan, disela sela rapat, Selasa (19/08/2025)

Example 300x600

Selain itu kata Lailatul Badri yang akrab disapa Lela asal politisi PKB itu, adapun urgent nya dengan rencana pembentukan Pansus Reklame guna menyelamatkan dugaan kebocoran PAD dari retribusi izin reklame.

Kita pasti sepakat jika PAD dari retribusi reklame dapat ditingkatkan. Selain kesemrawutan pemasangan reklame di Kota Medan. Kebocoran PAD dari sektor pajak reklame harus ditekan seminim mungkin,” terang Lela yang juga Wakil Ketua Pansus Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (P2K) DPRD Kota Medan ini.

Ditambahkan Lela, adapun dugaan kebocoran itu seperti dari aturan tata letak reklame. Begitu juga dengan soal ukuran reklame selalu tidak sesuai besaran dilapangan dengan pemesanan.

“Misalnya pemesanan atau izin yang diberikan ukuran reklame 2 x 3 m namun dilapangan terpasang 3x 4 m. Tentu kan ini sudah manipulasi dan takutnya berkolusi dengan oknum,” kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Medan ini.

Belum lagi soal tata letak, pasangan reklame sering dipasang daerah larangan. Karena lokasinya strategis dipaksakan berdiri kendati daerah larangan.

Masih kata Lela, selama ini sangat disayangkan reklame yang terpasang didaerah larangan sering terjadi pembiaran dari Dinas Bapenda dan penertiban selalu terlambat.

Untuk itu menurut Lela, Pansus nantinya akan mengkaji upaya pengawasan sehingga dapat memaksimalkan PAD. “Kita berharap Pansus ini segera terbentuk sebelum terjadi kebocoran PAD lebih jauh,” kata dia. (Asarpua).

Example 300250
Example 120x600