ASARPUA.com – Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan jumlah investor pasar modal Indonesia tumbuh 47,63 persen year to date (ytd) mencapai 30,06 juta Single Investor Identification (SID) hinggaa akhir Juli 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan tren pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia seiring dengan hasil berbagai inisiatif pendalaman dan upaya penguatan ekosistem digital di industri pasar modal.
“Penambahan investor tercatat sebanyak 1,1 juta di bulan Juli 2026 secara month to month (mtm), sehingga total jumlah investor telah mencapai angka 30,06 juta atau telah tumbuh 47,63 persen secara year to date (ytd),” ujar Hasan dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 di Jakarta, Selasa (04/08/3026).
OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) sendiri menargetkan jumlah investor pasar modal Indonesia dapat mencapai 35 juta SID pada tahun 2030, sebagai upaya mendorong Bursa domestik dapat masuk ke jajaran 10 besar dunia.
Selain jumlah investor yang terus bertambah, OJK melaporkan penghimpunan dana (fund raising) di pasar modal Indonesia oleh korporasi domestik tetap kuat mencapai Rp121,96 triliun hingga akhir Juli 2026. Sedangkan, saat ini masih terdapat 15 rencana penawaran umum yang berada dalam pipeline.(Asarpua/rel)
Penulis : Serasi Sembiring












