Jelajah “Sejuta” Pesona Wisata Kepulauan Nias, di Nias Selatan Tuan Rumah Sail Nias 2019

171
Atraksi budaya Lompat Batu di Desa Bawomataluo Nias Selatan yang sangat menarik minat para wisatawan lokal dan mancanegara. (Foto. ASARPUA.com/handover)

ASARPUA.com – Nias Selatan – Tidak berlebihan kalau Sumatera Utara dinyatakan sebagai provinsi dengan  “sejuta” destinasi wisata menarik. Faktanya memang demikian seperti yang ditemukan Ketua Komunitas Penulis Kota Medan Tania Depari selama dua minggu menjelajahi Kepulauan Nias. Apalagi setelah ditetapkannya otonomi daerah pada tahun 2000 sehingga terjadi pemekaran dibeberapa wilayah di Provinsi Sumatera Utara dan kini memiliki 33 Kabupaten/Kota. Disetiap kota dan kabupaten bertabur objek wisata penuh pesona menjadi destinasi andalan Pariwisata Sumatera Utara menunjang pendapatan asli daerah (PAD).

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengenakan pakaian khas bangsawan Nias, melakukan “hombo (lompat) batu” pertama sebagai tanda kehormatan. Meski tidak berhasil melompati batu, Gubernur tetap disambut tepuk tangan dan sorak sorai ribuan penonton saat membuka secara resmi Yaahowu Nias Festival 2018 di Lapangan Ororusa, Teluk Dalam, pada Sabtu (17/11/2018) lalu. (Foto. ASARPUA.com)

Sebut satu diantaranya Kabupaten Nias Selatan di Kepulauan Nias. Setelah pemekaran Kepulauan Nias menjadi 5 wilayah yakni 4 kabupaten dan 1 kota masing-masing Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias dan Kota Gunungsitoli. Setiap wilayah memiliki destinasi wisata dengan pesona dan daya tarik tersendiri.

Kabupaten  Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara menyimpan “sejuta” destinasi alam dan budaya dengan pesona dan daya tarik yang memikat bagi para wisatawan lokal (domestik) maupun mancanegara. Di kabupaten yang memperoleh otonomi daerah pada 25 Feberuari 2003 dan diresmikan 28 Juli 2003 dan menetapkan Teluk Dalam sebagai ibukotanya ada wisata Pantai Lagundri, Pantai Sorake, Desa Budaya Bawomataluwo, Pulau Tello dan sejumlah destinasi menarik lainnya.

Destinasi wisata budaya Desa Bawomataluo di Nias Selatan dengan puluhan rumah adat Nias di kiri kanan desa dibangun serupa dan ukuran yang sama. (Foto. ASARPUA.com)

Ada perayaan Yaahowu Nias Festival digelar tanggal 20 November 2018 lalu. Rangkaian acara tersebut diisi dengan legiatan kebudayaan khas Kepualuan Nias di antaranya pawai, Festival Menganyam Bola bola Nafo, Harimbale Nias 2018, Investor Meeting Nias, Malam Pargelaran Budaya Nias, Yaahowu Nias Idol, Festival Kuliner Nias, One Day in Bawomataluo dan acara budaya lainnya.

Pesta Yaahowu merupakan salah satu event di Sumut yang telah masuk event kalender Kementrian Pariwisata. Bahkan, termasuk salah satu top 100 event wonderful Indonesia.

Untuk wisata pantai ada Pantai Lagundri dan Pantai Sorake yang menjadi salah satu dari 10 tempat beselancar (surfing) terbaik di dunia karena ketinggian ombaknya mencapai 10 hingga 12 meter mirip ombak di Hawai. Lagundri banyak dikunjungi para peselancar profesional mancanegara sekitar bulan April hingga September karena pada saat itu musim ombak tiba. 

Dan bagi para pecinta wisata alam pantai yang tidak suka berselancar bisa sekedar menikmati ketenangan pantai dan gempuran gulungan dan lipatan ombak silih berganti menimbul tenggelamkan para peselancar yang saban hari bermain di Pantai Lagundri.

Pelaksanaan lomba Surfing (Surf Qualifying Series Nias Pro) bertaraf internasional dihelat di Pantai Sorake pada tanggal 24-28 Agustus, 2018 yang lalu bekerjasama dengan pihak organisasi surfing dunia yakni Word Surf League (WSL) diikuti 45 peserta dari 9 negara dibuka oleh Menteri Pariwisata diwakili Menkumham Yasonna H Laoly. Event ini sudah menjadi kalender tetap Kepulauan Nias di Nias Selatan.

Desa Bawomataluo berada di atas pebukitan untuk mencapai desa pengunjung harus melalui anak tangga ini yang menjadi satu satunya akses utama. (Foto. ASARPUA.com)

Pantai Lagundri berdekatan dengan Pantai Sorake hanya berjarak sekitar 2 km. Selain menjadi tempat berselancar favorit juga keduanya memiliki pesona keindahan alam dengan landskap yang menawan. Para wisatawan yang datang ke sini umumnya menghabiskan waktunya di pantai. Selain pecinta selancar kedua pantai di Nias Selatan ini menjadi destinasi wajib dikunjungi traveler dan pecinta fotografi memoto sepuasnya dalam beribu anggle.

Beragam atraksi budaya dari Kepulauan Nias harus terus didorong sebagai daya tarik wisata yang memukau penuh pesona, dan dikemas dengan baik sehingga memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan menarik perhatian wisatawan mancanegara dan domestik.

Lompat Batu di Desa Bawomataluo Nias Selatan. Desa ini menjadi ikon wisata budaya di Nias Selatan dan Kepulauan Nias tetapi juga menjadi salah satu ikon wisata budaya Pariwisata Sumatera Utara, warisan dunia. Di desa ini memiliki banyak nilai sejarah dan tradisi dengan atraksi budaya yang mendunia itu yaitu Lompat Batu (Hombo Batu), tari perang (Tari Fataele). Rumah adat Nias yang unik dan masih terawat, berada diatas ketinggian perbukitan dan untuk mencapainya kita harus menaiki tangga batu puluhan anak tangga. Desa ini sangat unik indah dan menawan sangat direkomendasikan untuk dikunjungi bagi siapa saja. Menurut sejarahnya Desa Bawomataluo sudah ada sejak 300 tahun yang lalu. Puluhan rumah adat Nias pondasiya terbuat dari kayu dengan ukuran yang sama berjejer rapi di puncak perbukitan Bawomataluo.

Pantai Sorake dan Lagundri menjadi favorit bagi peselanca profesional dalam dan luar negeri. Sangat ramai dikunjungi pada bulan April hingga September karena musim ombak tinggi yang didambakan para peselancar. (Foto. ASARPUA.com)

Mengunjungi Nias Selatan kita bisa menggunakan peswat terbang dari Kuala Namu mendarat di pelabuhan udara Binaka Gunung Sitoli. Perjalanan dari Bandara Binaka ke Nias Selatan naik mobil membutuhkan jarak tempuh sekitar 2 sampai 3 jam.

Selain melalui jalur udara Pulau Nias juga bisa ditempuh melalui jalan laut. Jrak yang harus di tempuh adalah ± 85 mil perjalanan laut atau ± 12 jam perjalanan laut dengan mengunakan kapal feri dari Kota Sibolga, Sumatera Utara menuju dermaga kapal Gunung Sitoli. Gunung Sitoli adalah satu-satunya kota terbesar di Kepulauan Nias yang menjadi ibukota Nias sebelum otonomi daerah ditandai dengan pemekaran termasuk Kepulauan Nias.

Kekayaan alam dan budaya Kabupaten Nias Selatan yang mempesona dan mengundang kekaguman membuat Pemerintah Pusat menetapkan Kepulauan Nias yaitu Nias Selatan menjadi tuan rumah Sail Indonesia 2019 yang disebut Sail Nias 2019 September mendatang.

Sekaitan dengan itu Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengharapkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias mendukung pelaksanaan kegiatan Sail Nias 2019. Sehingga kegiatan bertaraf internasional ini tidak hanya sukses dan lancar dalam pelaksanaannya, tetapi juga mampu memperkenalkan kepulauan Nias di mata dunia, katanya didampingi Sekdaprovsu R Sabrina dan Kadis Pariwisata Sumut Wan Hidayati dan ke 5 Kepala Daerah Kepulauan Nias pada saat rapat persiapan Sail Nias 2019, Jumat (08/03/2019) di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro 30 Medan.

“Sail Nias ini membuktikan kalau Sumut memiliki daya tarik yang tak kalah indah dari daerah lain, seperti Bali. Maka kita berharap event bertaraf international ini mampu menarik wisatawan domestik juga asing untuk berkunjung menikmati suasana wisata Kepulauan Nias,” ujar Wagubsu

Karena itu, pesan Wagub, yang pertama harus dilakukan adalah perbaikan infrastruktur, mulai dari jalan hingga pembangunan fasilitas umum lainnya harus dipercepat, agar tidak ada kendala pada saat event berlangsung. “Infrastruktur itu sangat penting untuk dilakukan percepatan, hingga saat dimulainya event tidak terjadi kendala yang dapat menganggu acara yang bertaraf international tersebut,” jelasnya.

Musa Rajekshah juga menyampaikan, agar kegiatan ini nantinya tidak hanya berhenti pada tahun ini, melainkan menjadi agenda tahunnya yang harus diselenggarakan setiap tahun di Kepulauan Nias. “ Saya juga berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan di kepulauan Nias , dan harus lebih menarik setiap tahun, agar wisatawan dalam dan luar negeri tertarik untuk melihat dan berkunjung setiap tahunnya,” katanya.

Pesona keindahan alam dengan landskap yang menawan di Pantai Lagundri dan Sorake. Para wisatawan yang datang ke sini umumnya menghabiskan waktunya di pantai. Selain pecinta selancar kedua pantai di Nias Selatan ini menjadi destinasi wajib dikunjungi traveler dan pecinta fotografi memoto sepuasnya dalam beribu angle. (Foto. ASARPUA.com)

Sementara Kadisbudparprovsu Wan Hidayati menjelaskan, rencananya event Sail Nias akan dilaksanakan di Nias Selatan pada September 2019 dan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Nias. Serta melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprovsu dan kabupaten/kota di Sumut, untuk ikut memeriahkan event tersebut.

Banyak acara di Sail Nias, mulai dari kebudayaan, olah raga, kuliner, serta aksi lompat batu yang merupakan andalan Kepulauan Nias. “Puncaknya ada aksi seremonial, gelar budaya, pameran, bakti sosial dan pelayanan kesehatan, atraksi kelautan dan peresmian beberapa pelaksanaan pembangunan,” jelasnya.

Tujuan pelaksanaan Sail Nias kata Hidayati adalah sebagai salah satu upaya percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil, khususnya di Kepulauan Nias. Kemudian menggalang keterpaduan, sinergi program dan anggaran lintas Kementerian/Lembaga dan Daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan dan mempromosikan lokasi kegiatan sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. Kita ingin mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari yang hidup di Negara Kepulauan, dan mengembangkan rute pelayaran kapal-kapal ke perairan Indonesia, katanya.

“Tujuan lainnya yaitu mempromosikan lokasi kegiatan sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. Kita ingin mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari yang hidup di Negara Kepulauan, dan mengembangkan rute pelayaran kapal-kapal ke perairan Indonesia,” ungkap Hidayati.

Dalam kesempatan terpisah Bupati Nias Selatan Hilarius Duha selaku tuan rumah mengatakan anggaran Sail Nias 2019 cukup besar diperuntukkan bagi pembangunan sejumlah infrastruktur dan sarana prasarana lain guna mendukung suksesnya event Sail Nias 2019, termasuk menyiapkan 400 lebih kamar bagi pengunjung.

Menurut Bupati, selain dukungan penuh Pemprovsu yakni Dinas Pariwisata Provsu dan instansi terkait dalam kegiatan ini beberapa Kementerian ikut berperan selain Meteri Pariwisata dan Kebudayaan, termasuk juga Menteri Hukum dan HAM RI menjadi salah satu Panitia. “Event ini dijadwalkan akan dihelat sekitar bulan September mendatang dan terpenting kita siap menggelar event ini di Nias Selatan. Anggaran untuk kegiatan itu sebagian sudah kita siapkan dan pihak Pemerintah Pusat dan Propinsi Sumatera Utara juga siap membantu dan mendukung suksesnya event bertaraf internasional ini,” paparnya.

Berbagai sarana-prasarana pendukung sudah dipersiapkan termasuk pembangunan infrasturuktur dari Kota Teluk Dalam menuju Sorake sebagai salah satu lokasi kegiatan surfing. ” Ada sekitar 7 Km panjang jalan dari Telukdalam menuju Sorake akan dihotmix termasuk penataan pantai Sorake untuk suksesnya event ini,” ujar Bupati.

Well Come to Sail Nias 2019, September mendatang di Kabupaten Nias Selatan Teluk Dalam, Kepulauan Nias, Sumatera Utara. (as-tania depari)