Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahHeadlinePeristiwa

Gubsu Bobby Nasution Gerak Cepat Kirim Bantuan Logistik ke Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor

1
×

Gubsu Bobby Nasution Gerak Cepat Kirim Bantuan Logistik ke Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
Gubsu Bobby Nasution pada kegiatan gerakan tanam cabai merah bersama Kelompok Tani Mekar Indah di Desa Bulan-bulan, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Selasa (25/11/2025). (Foto. Asarpua.com/diksu)
Example 468x60

ASARPUA.com – Batubara- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution gerak cepat mengirimkan bantuan logistik untuk korban banjir bandang dan longsor di sejumlah kabupaten dan kota di Sumut. Banjir dan longsor melanda empat wilayah pada Selasa (25/11/2025), yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Mandailing Natal.

Adapun bantuan logistik cepat yang disalurkan untuk keempat kabupaten dan kota tersebut yaitu 1 ton minyak goreng, 500 kg gula putih, 500 kotak teh celup, 20 ribu bungkus mie instan dan 1.000 kaleng ikan sarden. Saat ini Gubsu Bobby Nasution telah mendapat informasi dan melakukan gerak cepat, dan segera meninjau lokasi tersebut.

Example 300x600

“Sudah (mendapat informasi), di Tapsel, tadi di Tapanuli Tengah, dan dilaporkan pak bupati nelpon secara langsung, di Tapteng ada korban jiwa, tadi saya sampaikan tolong dimonitor terus kondisinya, utamakan keselamatan masyarakat, mungkin beberapa hari ke depan saya bisa melihat ke sana langsung,” kata Bobby, usai penanaman cabai di Batubara, Selasa (25/11/2025).

Sebelumnya, kata Bobby, BMKG juga sudah menyampaikan bahwa bulan November dan Desember intensitas hujan sangat tinggi. Ia pun sudah mengingatkan pada kepala daerah dan organisasi perangkat daerah untuk melakukan mitigasi bencana alam.

“Agar bisa dilakukan penanganan dan penanggulangan secara dini dan cepat,” kata Bobby

Untuk ke depan, Bobby meminta kepala daerah dan perangkat daerah harus lebih dulu tahu potensi bencana. Jika kepala daerah tahu potensi bencana, barulah masyarakat mau mendengar potensi bencana. Sehingga mitigasi bisa dilakukan secara bersama.

“Kalau kami undang mohon hadir, tolong dimitigasi, tolong disampaikan kepada masyarakat, ini yang perlu dilakukan kepala daerahnya,” kata Bobby. (Asarpua)

Example 300250
Example 120x600