script google ads
Example 728x250
Edukasi

Chandra Kumala School Perkuat Pendidikan Inklusi, Mardi Panjaitan Ungkap Kunci Sekolah Ramah untuk Semua Anak

4
×

Chandra Kumala School Perkuat Pendidikan Inklusi, Mardi Panjaitan Ungkap Kunci Sekolah Ramah untuk Semua Anak

Sebarkan artikel ini

ASARPUA.com – Medan – Chandra Kumala School terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif melalui Seminar Sekolah Inklusi bertajuk Mendidik dengan Hati dan Menginspirasi yang diikuti seluruh guru di lingkungan sekolah, Jumat (10/6/2026).

Seminar tersebut menghadirkan Kepala SLB E Negeri Pembina Provinsi Sumatera Utara, Mardi Panjaitan, S.Pd., M.Si., sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, ia mengajak para pendidik untuk membangun budaya sekolah yang mampu menerima keberagaman serta memberikan ruang belajar yang setara bagi seluruh peserta didik.

Menurut Mardi, pendidikan inklusif tidak hanya dimaknai sebagai penerimaan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Lebih dari itu, pendidikan inklusif merupakan upaya menghadirkan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak agar mereka dapat berkembang secara optimal.

“Sekolah yang hebat bukan sekolah yang hanya menerima anak-anak yang mudah diajar, tetapi sekolah yang mampu menghadirkan ruang belajar bagi setiap anak tanpa diskriminasi,” kata Mardi.

Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat. Menurut dia, lingkungan belajar yang mendukung akan membantu setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

Dalam seminar tersebut, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar pendidikan inklusif, filosofi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, karakteristik anak berkebutuhan khusus, tantangan penerapan sekolah inklusi di Indonesia, serta strategi diferensiasi pembelajaran di kelas.

Mardi juga membagikan pengalaman selama memimpin SLB E Negeri Pembina Provinsi Sumatera Utara. Berbagai praktik yang diterapkan dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus menjadi salah satu bahan diskusi bersama para guru.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran, termasuk identifikasi kebutuhan belajar peserta didik serta penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik masing-masing anak.

Melalui seminar tersebut, Chandra Kumala School berharap para guru semakin siap mengembangkan budaya sekolah yang menghargai keberagaman, memperkuat kolaborasi dengan orang tua, dan menghadirkan pembelajaran yang adaptif bagi seluruh peserta didik.

Seminar ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Menutup kegiatan, Mardi mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang apabila memperoleh kesempatan dan pendampingan yang tepat.

“Setiap anak istimewa. Setiap guru luar biasa. Ketika guru mengajar dengan hati, maka sekolah akan menjadi tempat terbaik bagi setiap anak untuk tumbuh dan bermimpi,” ujarnya.

Example 300x250